Proyek Preservasi Jalan Beraroma Korupsi Tiap Tahun Dapat Kucuran Dana Tapi Jalan Rusak Terus
Lubuk Jambi, Detak Indonesia--Proyek preservasi jalan atau perbaikan jalan rusak berlubang-lubang mulai dari kawasan jalan lintas Muara Lembu Kabupaten Kuantan Singingi Riau sampai batas Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumbar tiap tahun dari 2022, 2023, 2024, dan 2025 dapat kucuran dana puluhan miliaran rupiah dari Kementerian Pekerjaan Umum RI. Namun anehnya dari pantauan di lapangan khususnya pada masa akhir tutup tahun anggaran Desember tiap tahunnya masih ditemukan jalan yang berlubang-lubang, rusak, tidak dipreservasi tidak diperbaiki sebagaimana mestinya oleh kontraktor bersangkutan. Aroma dugaan korupsi menyeruak di Provinsi Riau.
Menteri PUPR Dody Hanggodo menegaskan bahwa preservasi jalan terus dilakukan untuk menjaga kemantapan, meningkatkan kualitas layanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan, serta memperkuat konektivitas antara pusat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan biaya logistik. Kementerian PU memastikan jalan tidak ada lubang dan kerusakan, sehingga meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Tugas utama BP2JN adalah mengelola, membangun, memelihara, dan mengawasi jaringan jalan nasional di wilayah kerjanya masing-masing. Di Indonesia, terdapat beberapa BP2JN yang tersebar di berbagai provinsi atau wilayah untuk memastikan penanganan jalan nasional yang efektif dan merata.

Yohannes Tulak Kepala BP2JN Wilayah II Provinsi Riau
Namun sayangnya Jalan Nasional yang diperuntukkan untuk masyarakat kualitasnya yang bagus tapi sangat disesalkan Jalan Nasional dari APBN untuk wilayah Riau tidak maksimal khusus Wilayah Kabupaten Kuansing dengan titik koordinat 0,752462.101421742 nampak plang proyek yang berdiri di batas Sijunjung Sumbar- Riau Proyek tersebut Preservasi Jalan Muara Lembu sampai perbatasan Sijunjung Sumbar banyak yang berlubang dan bergelombang/corrugation.
Secara teknis jalan bergelombang disebut juga "jalan keriting" atau corrugation adalah kerusakan jalan berupa gelombang melintang yang terjadi akibat pergeseran lapisan aspal atau pemadatan tanah yang tidak merata. Kemudian ada jalan yang bleeding/kegemukan. Ditemukan juga kondisi jalan yang retak kotak-kotak atau block cracking. Ada juga jalan yang cekung atau bums and sags. Ada juga retak samping jalan atau edge cracking, retak sambung atau joint reflect cracking kondisi jalan sungkur atau shoving.

Tulis Komentar