Berikut Tiga Strategi PTPN IV Regional III Perkuat Produksi 2026
Selama ini, penyusunan proyeksi produksi dan rekomendasi pemupukan masih bersifat umum dan dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan deviasi antara rencana dan realisasi produksi. Melalui formula statistik, forecasting akan dilakukan hingga tingkat blok.
“Dengan model statistik, kita bisa membaca potensi produksi per blok secara objektif. Ini bukan sekadar angka, tetapi dasar pengambilan keputusan produksi dan pemupukan yang presisi,” jelas Operation Head Sori Ritonga.
Melalui pendekatan yang diusung Bagian Tanaman di bawah komando Daniel Triandio ini, rekomendasi pupuk tidak lagi bersifat seragam, melainkan disesuaikan dengan kondisi spesifik setiap blok, termasuk umur tanaman, produktivitas historis, dan karakteristik lahan. Dengan demikian, efisiensi biaya dan peningkatan produksi dapat berjalan seiring.
Implementasi formula statistik pada 2026 akan diawali dengan Training of Trainer, pembersihan data (data cleansing), serta penyusunan forecasting produksi dari tingkat afdeling hingga regional. Hasil analisis ini juga akan menjadi pondasi penyusunan RKAP 2027 yang lebih akurat.
Strategi ketiga adalah pembangunan database dan penyusunan RKAP berbasis afdeling. Seluruh Asisten Afdeling akan menginventarisasi data detail setiap blok kebun, mulai dari tahun tanam, kondisi tanaman, aset, hingga catatan gangguan hama dan penyakit.
Database ini menjadi instrumen penting dalam memperkuat perencanaan bottom-up, sekaligus memastikan bahwa setiap target produksi memiliki dasar data yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tulis Komentar