Ratusan Masyarakat Kasikan-Talang Danto Peringati Isra Miraj Bersama PTPN IV Regional III Tandun
"Rizki itu adalah ujian. Dimewahkan bukan berarti dimuliakan. Disempitkan bukan berarti dihinakan," tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga shalat sebagai inti dari peristiwa Isra Mi’raj. Shalat, kata dia, bukan sekadar kewajiban, tetapi sarana membangun karakter jujur, disiplin, dan amanah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kerja.
“Jika shalatnya baik, maka akan baik pula pekerjaannya. Orang yang dekat dengan masjid akan jauh dari korupsi, jauh dari dusta, dan jauh dari menyakiti sesama,” ujarnya.
Di hadapan para karyawan PTPN IV Regional III, ustadz menekankan bahwa bekerja di perkebunan adalah bagian dari jihad ekonomi untuk umat dan bangsa. Setiap tandan buah yang dipanen dengan cara benar bernilai pahala apabila diniatkan untuk kebaikan keluarga.
Ia turut mengapresiasi keterbukaan perusahaan yang rutin menggelar kegiatan keagamaan bersama masyarakat. Menurutnya, sinergi seperti ini menjadi contoh nyata bahwa dunia usaha dapat berjalan beriringan dengan penguatan nilai spiritual.
Menutup tausiyahnya, Ustadz Salahudin mengajak seluruh jemaah menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai titik hijrah memperbaiki diri, keluarga, dan lingkungan kerja.
Tulis Komentar