Proyek Bendungan untuk Swasembada Pangan Dukung Program Presiden Prabowo Gagal di Kuansing
“Air tidak sampai ke sawah. Yang ada hanya lumpur. Sawah kami kering, padahal ini proyek negara. Abang lihat sendiri, banyak sawah kering karena tidak dapat air,” keluh para petani terdampak, Selasa (13/1/2026).
DPRD Kuansing Soroti Kejanggalan Proyek.
Seorang anggota DPRD Kabupaten Kuansing dari Fraksi Golkar berinisial R turut menyoroti kejanggalan proyek tersebut.
“Anggarannya besar, tidak bermanfaat bagi warga yang butuh air mengalir ke sawah, abang lihat langsung ke lokasi. Baru dikerjakan, lansung beli tiga alat berat excavator baru sampai tiga unit, tapi sawah tetap tidak terairi. Airnya berlumpur, berpasir disini luas sawah ratusan bang, kami berharap adanya proyek irigasi tentu menguntungkan petani khususnya sawah tapi lihat sawah disana mengering tidak ada mendapatkan air ada ratusan hektare sawah kering, maka warga inisiatif mendapatkan air," jelasnya.
"Masyarakat mengadu ke saya. Mereka akhirnya cari aliran sendiri dari mata air, bukan dari irigasi ini. Saya heran, dulu aliran sungai lurus, setelah diproyekkan malah tidak jelas ke mana airnya, malah tidak bermanfaat bagi masyarakat bagi 693 Hektar lahan sawah," ungkapnya.
Kondisi ini memunculkan indikasi kuat pemborosan anggaran negara. Proyek strategis sektor pertanian yang semestinya mendukung ketahanan pangan dan Asta Cita Presiden Prabowo swasembada pangan yang di tegaskan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto justru tidak memberikan manfaat nyata bagi petani.

Tulis Komentar