Sejak zaman penjajahan, hingga sekarang dikelola oleh perusahaan negara

Jejak 1 Abad Kebun Batangtoru dan Sejarah Warga Tapanuli Selatan

Di Baca : 1724 Kali
Penyediaan lahan relokasi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, hingga Januari 2026, tercatat sekitar 30 hektare lahan telah disiapkan di beberapa titik, termasuk di Batangtoru dan Hapesong Baru, untuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap. (Dok. Humas PTPN IV Regional III)
l

Bencana yang berdampak pada 13 kecamatan di Tapanuli Selatan menjadi pelajaran penting tentang ketahanan daerah. Gus Irawan menilai, sejarah panjang Kebun Batangtoru yang dikelola PTPN IV menunjukkan bahwa kawasan tersebut bukan hanya aset ekonomi, tetapi juga simpul sosial yang menyatukan masyarakat.

“Lebih dari seratus tahun kebun ini menjadi bagian dari hidup masyarakat. Sejak zaman penjajahan, hingga sekarang dikelola oleh perusahaan negara. Sekarang tugas kita memastikan peran itu tetap relevan, terutama ketika warga sedang diuji oleh musibah,” ujar Gus Irawan.

Di Batangtoru, jejak sejarah itu masih terasa kuat. Di antara barisan pohon dan rumah-rumah yang sedang dibangun kembali, tersimpan harapan agar kehidupan masyarakat Tapanuli Selatan dapat pulih—bukan hanya seperti sediakala, tetapi menjadi lebih tangguh ke depan. (tim)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar