Dulu produksi berada di kisaran 16 hingga 17 ton per hektare

PTPN IV Regional III Awali 2026 dengan Kinerja Optimal

Di Baca : 2127 Kali
PTPN IV Regional III mengawali tahun 2026 dengan kinerja operasional positif. Capaian produksi pada awal tahun tercatat melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), baik di sisi on-farm pengelolaan kebun maupun off-farm atau pengolahan pabrik. (Dok. Humas PTPN IV Regional III)
 

“Kinerja ini menjadi indikasi bahwa berbagai perbaikan tata kelola operasional yang kita lakukan mulai memberikan hasil yang positif. Baik dari sisi pemeliharaan tanaman, manajemen panen, hingga optimalisasi pengolahan di pabrik,” kata dia belum lama ini.

Sejalan dengan capaian di sektor kebun, kinerja pengolahan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) juga menunjukkan performa yang solid. Volume TBS yang diolah hingga awal tahun mencapai lebih dari 417 ribu ton, melampaui target RKAP periode yang sama. Selain kebun inti, pengolahan juga bersumber dari volume pengolahan tersebut, Regional III berhasil memproduksi sekitar 33,58 ribu ton crude palm oil (CPO) atau 117 persen dari RKAP. Selain itu, entitas juga memproduksi 9,2 ribu ton inti sawit (kernel) atau 137 persen dari RKAP. Efisiensi operasional pabrik juga tetap terjaga, ditunjukkan dari tingkat kehilangan minyak (oil losses) yang berada di bawah standar industri.

Menurut Sori, capaian tersebut tidak terlepas dari upaya konsisten perusahaan dalam memperkuat disiplin operasional serta memanfaatkan berbagai inisiatif peningkatan efisiensi di tingkat kebun maupun pabrik.

“Selain menjaga produktivitas kebun, kami juga terus mendorong efisiensi proses pengolahan agar rendemen tetap optimal dan losses dapat ditekan. Ini menjadi fokus penting agar kinerja operasional tetap kompetitif,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tim OSA Holding Perkebunan Nusantara III (Persero), Ahmad Haslan Saragih, mengapresiasi berbagai inisiatif yang dilakukan oleh Regional III untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Ia mendorong agar perusahaan terus mengoptimalkan HPP atau harga pokok produksi, yakni keseluruhan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan satuan produk, mulai dari biaya pemeliharaan kebun, panen, hingga proses pengolahan di pabrik.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar