Angka itu mencapai lebih dari 60 persen dari total areal dikelola

44.000 Hektare Sawit PalmCo di Riau Dikelola dengan Skema Organik dan Penyerbukan Alami

Di Baca : 3081 Kali
PTPN IV PalmCo melalui salah satu unit kerjanya di Riau, Regional III, menargetkan optimalisasi pemanfaatan bahan organik dan penguatan penyerbukan alami hingga mencakup 44.000 hektare areal kebun di Riau pada 2026. Angka itu mencapai lebih dari 60 persen dari total areal dikelola entitas yang sebelumnya dikenal sebagai PTPN V itu. (Dok. Humas PTPN IV Regional III)

Pekanbaru, Detak Indonesia -- PTPN IV PalmCo melalui salah satu unit kerjanya di Riau, Regional III, menargetkan optimalisasi pemanfaatan bahan organik dan penguatan penyerbukan alami hingga mencakup 44.000 hektare areal kebun di Riau pada 2026. Angka itu mencapai lebih dari 60 persen dari total areal dikelola entitas yang sebelumnya dikenal sebagai PTPN V itu.

Komitmen yang merupakan bagian dari efisiensi dan penguatan praktik berkelanjutan di perkebunan kelapa sawit tersebut tertuang dalam penandatanganan rencana kerja operasional Regional III tahun 2026 yang digelar manajemen regional di Pekanbaru, belum lama ini.

Fokusnya adalah memperluas aplikasi pupuk organik berbasis produk samping pabrik kelapa sawit (PKS) dan meningkatkan populasi serangga penyerbuk alami kelapa sawit.

Data internal perusahaan menunjukkan, aplikasi pupuk organik ditargetkan menjangkau 17.539 hektare pada 2026. Sementara itu, penguatan populasi dan agresivitas serangga penyerbuk Elaeidobius kamerunicus direncanakan mencakup 26.553 hektare.

Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, mengatakan optimalisasi produk samping seperti tandan kosong (tankos), solid, dan abu janjang diarahkan untuk memperbaiki struktur dan kesuburan tanah sekaligus menekan ketergantungan pada pupuk kimia.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar