44.000 Hektare Sawit PalmCo di Riau Dikelola dengan Skema Organik dan Penyerbukan Alami
“Seperti rencana perusahaan terkait optimalisasi bahan alami di seluruh perkebunannya di Indonesia, maka khusus di Regional III, total rencana aplikasi pupuk organik kami tahun ini mencapai 17.539 hektare. Ini mencakup tankos seluas 5.338 hektare, solid 992 hektare, serta abu janjang dan produk samping lainnya yang didistribusikan secara proporsional di kebun inti,” kata Bambang dalam siaran persnya, Ahad (22/2/2026).
Menurutnya, strategi tersebut tidak hanya bertujuan menekan biaya input di tengah volatilitas harga pupuk, tetapi juga mendukung program pembangunan kualitas tanah (soil building) 2026. Distribusi bahan organik diperkuat melalui koordinasi antara kebun dan PKS, optimalisasi armada angkutan internal, serta skema swakelola untuk mengurai hambatan distribusi yang selama ini menjadi titik lemah.
Pendekatan itu sejalan dengan arah kebijakan induk usaha yang mendorong efisiensi berbasis ekonomi sirkular, dengan menempatkan limbah padat dan cair sebagai sumber daya produktif. Di sisi lain, penguatan penyerbukan alami menjadi strategi agronomis yang dinilai tak kalah penting.
Pelaksana Tugas Kepala Bagian Tanaman Regional III, Zafri Yasser, menjelaskan bahwa perluasan pemanfaatan Elaeidobius kamerunicus bertujuan menjaga stabilitas produktivitas melalui proses penyerbukan yang lebih optimal.
“Dengan penyerbukan yang baik, pembentukan buah menjadi lebih sempurna. Ini berdampak langsung pada produktivitas tandan,” kata Zafri.
Program tersebut didukung pembangunan sarana penangkaran dengan sistem hatch and carry serta penanaman beneficial plant untuk menciptakan habitat yang mendukung siklus hidup serangga penyerbuk.

Tulis Komentar