Jantung Lalu Lintas Kota Pekanbaru Lumpuh Ditutup Demonstran TNTN
Sejumlah masyarakat yang berkendara di kawasan itu mengeluhkan tak bisa lewat. "Motor kamipun tak bisa lewat bang, apalagi mobil parah kali tak bisa lewat kita," keluh warga Pekanbaru.
Inti dari aksi demonstran warga TNTN ini mereka menolak relokasi dari kawasan TNTN ke tempat lain, ratusan warga Tesso Nilo kembali demo di kantor Gubernur Riau.
Ratusan warga yang tinggal di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau kembali mendatangi Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana relokasi oleh pemerintah, sejak Senin lalu (13/4/2026) hingga Rabu ini (15/4/2026).
Koordinator aksi, Wandri Saputra Simbolon, mengatakan massa membawa tiga tuntutan utama, yakni menolak pemindahan dari kawasan yang selama ini mereka tempati, meminta jaminan keberlangsungan hidup, serta mendesak pemerintah pusat hadir memberi solusi sesuai amanat Pasal 33 ayat 3 UUD 1945.
"Jika tuntutan tidak direspons, kami akan tetap bertahan di sini sampai beberapa hari ke depan,” jelasnya.
Menurut Wandri, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai lokasi relokasi yang ditawarkan pemerintah.
Sejumlah opsi yang sempat muncul, seperti di Kecamatan Cerenti (Kuantan Singingi), Bonai Darussalam (Rokan Hulu), hingga Pangkalan Gondai (Pelalawan), disebut kandas karena penolakan masyarakat setempat. Ada juga relokasi diusulkan ke eks HTI 12.600 ha Rimba Seraya Utama (RSU) di Desa Kepau Jaya, Kampar, Riau dekat kebun sawit PT Agro Abadi yang pernah dipermasalahkan perizinannya oleh Tim Pendataan Perizinan Perkebunan DPRD Riau Sekretarisnya Drs Suhardiman Amby SEAk yang kini jadi Bupati Kuantan Singingi, Riau.


Tulis Komentar