Petani Apresiasi PTPN IV Lindungi Harga Sawit Mitra Plasma Saat Gejolak Pasar
Menurut dia, di tengah perkembangan industri sawit yang semakin kompetitif, kemitraan dengan perusahaan yang memiliki pengalaman panjang dan tata kelola yang baik menjadi salah satu kunci agar petani mampu bertahan menghadapi dinamika pasar.
Stabilitas harga yang dirasakan petani mitra tersebut dinilai semakin penting di tengah meningkatnya kebutuhan minyak sawit nasional untuk mendukung program ketahanan pangan dan energi, termasuk implementasi mandatori biodiesel B50. Dengan produktivitas yang terjaga dan kepastian harga di tingkat petani, kemitraan antara perusahaan dan petani diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan pasokan bahan baku sawit nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.
Sebelumnya sempat terjadi penurunan harga sawit petani dipicu kepanikan sebagian pelaku industri menyusul transisi kebijakan ekspor satu pintu dan praktik Pabrik Kelapa Sawit yang membeli di bawah harga acuan.
Dampaknya paling dirasakan petani swadaya yang tidak memiliki kemitraan dengan perusahaan maupun pabrik pengolahan. Di sejumlah daerah, harga TBS sempat merosot jauh di bawah harga yang ditetapkan pemerintah.
Di tengah sorotan terhadap ratusan PKS swasta tersebut, sub holding PTPN III (Persero) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo memastikan aktivitas pembelian TBS dari masyarakat tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan hingga April 2026 perusahaan telah menyerap sekitar 1,03 juta ton TBS dari masyarakat dan mitra. Volume tersebut meningkat 2,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tulis Komentar