Ada Udang Di Balik Batu, Demi Kepentingan Sumber Daya Alam PETI

Hampir Satu Dekade Terkatung-katung, Pemekaran Nagari Tinggam Harapan Tersandera oleh Politikus, Masyarakat Bergolak, Tunggu Waktunya !

Di Baca : 51 Kali
Pertemuan Bupati Pasaman Barat Sumbar dengan aktivis DPP TOPAN RI Wilayah Sumbagut Rahman di ruang kerja Bupati Senin (6/7/2026). (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Tinggam, Detak Indonesia-- Harapan masyarakat Tinggam Harapan, Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, untuk berdiri sebagai nagari definitif kembali bergolak.

Masyarakat bangkit mendidih dan marah menuntut pemekaran Nagari Tinggam Harapan kepada Pemkab Pasaman Barat yang terkatung-katung akibat ulah politikus terdahulu, menuntut pemekaran kampung tertua di wilayah Pucuk Adat Mangkuto Alam tersebut.

Setelah hampir sepuluh tahun perjuangan, pemekaran Nagari Tinggam Harapan dinilai berjalan di tempat. Di balik mandegnya proses tersebut, muncul dugaan adanya kepentingan politikus "busuk" tertentu yang selama ini menghambat lahirnya nagari baru, meski berbagai persyaratan administratif disebut telah dipenuhi.

Masyarakat menilai Tinggam Harapan memiliki sejarah, wilayah ulayat, jumlah penduduk, hingga potensi ekonomi yang layak menjadi nagari mandiri. Namun, hingga kini status tersebut belum juga terwujud.

Secara adat, kawasan Tinggam Harapan merupakan ulayat Pucuk Adat Datuak Mangkuto Alam. Wilayah itu disebut memiliki batas-batas adat yang telah lama dikenal masyarakat, yakni di sebelah utara berbatasan dengan wilayah Raja Sontang, sebelah selatan berbatasan dengan Tangku Bosa, sebelah barat berbatasan dengan Datuak Sati di Kajai, dan sebelah timur kembali berbatasan dengan Raja Sontang. Sementara itu, batas Nagari Sinuruik disebut berada di kawasan Simpang Duyan menuju Jorong Tombang.

Petani daun serai wangi di Air Salak, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat, Sumbar. (azf)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar