Piala Dunia 2018

Ganggu Final, Perkumpulan Pussy Riots Mengaku Bertanggung Jawab

Di Baca : 2954 Kali
Final Piala Dunia 2018 sempat terganggu setelah ada empat orang "menginvasi" lapangan mengenakan pakaian mirip polisi

Band punk rock itu terkenal karena vokal terhadap pemerintah presiden Rusia Vladimir Putin dan pembelaan isu-isu hak-hak feminis dan LGBT. Mereka menyatakan diri sebagai oposisi dari pemerintahan Putin.

Pussy Riot pertama kali memperoleh perhatian global setelah menggelar konser kontroversial yang diadakan pada 2012 di dalam katedral Moskow. Hal itu kemudian dikutuk sebagai tindakan asusila oleh otoritas gereja Ortodoks.

Tiga anggota kelompok kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara atas tuduhan kebencian agama, sebuah vonis yang akhirnya diprotes oleh para aktivis hak asasi manusia.

Band ini juga tampil selama Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi, sebelum secara paksa dihentikan oleh petugas keamanan.(DI)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar