SEJAK DIBERLAKUKAN 2017 LALU

Peremajaan Sawit Rakyat Hingga 2020 Tak Capai Target

Di Baca : 8828 Kali
Kebun sawit tua yang tak produktif lagi di Kecamatan Tapung Kampar Riau di sela-sela ditanam bibit sawit model underplanting yang tak sesuai petunjuk teknis. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Fadhil Hasan mengungkapkan sangat mengapreasiasi pemerintah terkait dukungan dan komitmennya terhadap kebijakan B-30. Saat ini, ada masalah dengan program B30 yang agak terhambat. Karena harga minyak yang jatuh dan Covid-19 menyebabkan biaya untuk menutupi selisih harga diesel dan biodiesel meningkat tajam.

Manurut Fadhil, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk menyelamatkan program B-30. Yaitu dengan meningkatkan pungutan menjadi USD55 dari USD50 sebelumnya. Selain itu, pemerintah telah mengalokasikan anggaran negara sebesar Rp2,87 triliun untuk program tersebut. 

"Komitmen pemerintah terhadap program B30 Ini telah menyelamatkan industri sawit," ungkapnya.

Fadhil memperkirakan produksi sawit 2020 sebesar 43,7 juta ton. Sedangkan ekspor minyak sawit (CPO) akan mencapai 27,5 juta ton pada 2020. Angka ini menurun dibandingkan dengan produksi dan ekspor pada 2019 yang masing-masing sebesar 45,5 juta ton dan 28,5 juta ton. Untuk ke depan, memang diperlukan konsistensi pemerintah untuk berbagi beban dalam menjaga kelansungan industri sawit.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar