hidup ini harus menjadi berkat bagi sesama

29 Laporan di Polda Riau, Larshen Yunus Pecahkan Rekor Aktivis se-Dunia

Di Baca : 1346 Kali
Larshen Yunus

Pekanbaru, Detak Indonesia--Informasinya, apabila laporan beberapa orang dan kelompok dari Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang mengklaim dirinya sebagai Tokoh Masyarakat (Tomas) jadi melaporkan aktivis Larshen Yunus ke Polda Riau, maka dari catatan, laporan tersebut adalah yang ke-29 kali semenjak Desember 2021 hingga saat ini, Rabu (12/1/2022).

Laporan tersebut ditujukan kepada Larshen Yunus, selaku aktivis dan Pegiat Anti Korupsi yang selama ini dikenal "Ganas" dalam melawan, membongkar dan menelanjangi setiap Praktik Haram Tindak Pidana Korupsi.

Sebagai aktivis Anti Korupsi, laporan seperti itu sudah terlalu sering dan justeru kerap menjadi "sarapan pagi" aktivis Larshen Yunus. Alumni Sekolah Vokasi Mediator Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu selalu menegaskan, bahwa niatnya semata-mata hanya untuk menghadirkan Keadilan, guna memperbaiki Negeri.

"Dari dulu kami tegaskan, bahwa kepentingan kami ini hanya satu, yakni konsisten menghadirkan Keadilan, ikhtiar memperbaiki Negeri. Terhadap siapa saja yang 'Aroma Busuknya' ketahuan atas Praktik Haram Tindak Pidana Korupsi, maka hanya ada satu kalimat, LAWAN!" ungkap Larshen Yunus, dengan nada optimis.

Aktivis yang juga tercatat sebagai alumni jebolan Sospol Universitas Riau itu juga katakan, bahwa pihaknya selalu berada di barisan rakyat miskin. Bagi Larshen Yunus, organisasi yang dipimpinnya selalu komit dengan istilah Menangis, Menjerit dan Tertawa bersama Rakyat.

"Terhadap siapa saja yang sok mengklaim diri sebagai 'tokoh masyarakat', tokoh-tokohan, penokoh atau tukang bual, sebaiknya berfikir ulang. Jangan sok jadi pahlawan kesiangan, apalagi tak faham terkait hal yang sedang kami usut. Jangan sok bicara santun, padahal di satu sisi diduga hanya jadi 'penjilat' para perampok uang rakyat. Ayo Revolusi Mental! Bersatu, melawan penzhaliman" ajak Larshen Yunus, Ketua PP GAMARI 5 periode.

Pria tinggi tegap kelahiran Kota Pekanbaru itu kembali mengajak seluruh insan, agar selalu bersuara! apabila melihat dan merasakan ketidakadilan di Negeri ini. 

"Ayo sahabat dan saudaraku semuanya! Jangan takut. Sepanjang kita tidak mengambil hak-hak orang lain, tidak memfitnah dan tidak lakukan tindakan kriminalitas, maka hanya ada satu kata, LAWAN! Jangan jadi penjilat! karena hidup ini harus menjadi berkat bagi sesama. Stop perbuatan serakah! Perutmu kenyang, di satu sisi temanmu kelaparan," akhir aktivis Larshen Yunus, menutup pernyataan persnya seraya mengusap airmata kesedihan. (*/di)



[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar