memperkuat rencana konsolidasi

Jelang Palm Co, PTPN V Berhasil Kantongi 100 Persen Sertifikasi RSPO

Di Baca : 1743 Kali
Jajaran Direksi PTPN V meninjau instalasi pembangkit tenaga biogas (PTBg) unit PKS Sei Pagar beberapa waktu lalu. Keberadaan PTBg, implementasi dari sertifikasi RSPO 2023 ini berhasil 100 persen dipenuhi PTPN V upaya melaksanakan program dekarbonisasi.
 

Dengan begitu, para petani dan perusahaan akan memperoleh keuntungan baik dari sisi produktivitas maupun penjualan atas produk sawit melalui penerapan praktik budidaya perkebunan berkelanjutan atau sustainable.

“Ini merupakan langkah kita untuk mencapai tujuan lebih luas dalam merangkul dan meningkatkan ekonomi para petani mitra binaan PTPN V,” tuturnya.

Lebih jauh, selain fokus pada RSPO, PTPN V juga dikenal telah melengkapi dan merealisasikan praktik budidaya sesuai standar karbon internasional atau International Sustainability & Carbon Certification (ISCC).

Ia mengatakan PTPN V merupakan perusahaan perkebunan milik negara pertama yang mengantongi sertifikasi standar Eropa ISCC, sejak 2018 silam. Saat ini, delapan unit pabrik kelapa sawit (PKS) dan kebun PTPN V telah mengantongi sertifikasi berstandar internasional tersebut.

Sementara pada 2023 ini, ia menargetkan perusahaan dapat kembali mengantongi dua sertifikasi ISCC lainnya sehingga diharapkan 10 pabrik kelapa sawit dapat mengantongi sertifikasi internasional tersebut.

“Baik ISCC maupun RSPO memberikan keuntungan berupa harga premium untuk produk PTPN V. Sejak 2019, perusahaan mendapat keuntungan harga premium dari ISCC. Begitu juga premium price RSPO sejak 2016,” jelasnya. (tim)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar