Pengurus PMII STAI Al Azhar Gelar Pelantikan Pengurus Komisariat dan Seminar Moderasi Beragama
Pertanyaan : bagaimana menciptakan moderasi beragama ketika tidak ada perjanjian yang disepakati?
Beberapa konflik yang terjadi, sebenarnya tergantung kita bagaimana menyikapi konflik tersebut? Sebagai mahasiswa berperanlah netral agar dapat memberikan contoh sehingga dapat terciptanya perdamaian.
Kesimpulan Moderator
Moderasi beragama dalam bahasa Arab adalah Wasathiyah atau Tawassuth yang berarti di tengah secara istilah adalah cara pandang dan sikap praktik beragama yang melindungi martabat kemanusiaan dan melindungi kemaslahatan. Dalam artian Moderasi Beragama sangat penting dalam kehidupan beragama, berbagai macam suku dan agama yang ada di setiap daerah, nilai nilai moderasi beragama sangatlah penting untuk diterapkan.
Moderasi beragama menjadi kunci perdamaian dari berbagai banyaknya perbedaan keyakinan. Mahasiswa memiliki peran penting untuk memberikan edukasi dan contoh implementasi nilai nilai moderasi beragama demi menjaga keutuhan bangsa. Apabila nilai nilai tersebut dapat diterapkan, perpecahan dan kekerasan rasis dan sebagainya, dapat kita minimalisir sebaik mungkin.
Salah satu tugas mahasiswa adalah agent of change and agent of control, dengan menjaga nilai-nilai moderasi beragama, mahasiswa mampu memberikan perdamaian dan keharmonisan hidup beragama. (*/di)
Tulis Komentar