KBUMN Apresiasi Turn Around Kopi PTPN di Kawasan Ijen
Data mencatat produktivitas Kebun JCE pasca KSO melonjak ditengah penurunan luas tanaman menghasilkan. Bahkan produktivitas tahun 2023 dan 2024 merupakan angka tertinggi yang pernah dicapai JCE selama 6 tahun terakhir, yakni menyentuh 482 Kg/Ha.
Sedangkan dari sisi pemasaran, Kopi Jawa Arabika ini kembali mendunia dengan konsistensi ekspor ke negara-negara Eropa hingga Amerika Serikat.
Lebih jauh Tiko juga berharap PTPN turut meningkatkan kerjasama dengan kopi produksi masyarakat bersama Perhutani yang sudah mulai dikembangkan di kawasan Gunung Ijen.
“Model kerjasamanya yakni masyarakat menanam kopi di lahan Perhutani. Kemudian, dalam prosesnya dibina oleh PTPN, dan hasilnya dibeli oleh PTPN untuk diolah di pabriknya dan dijual dengan nilai yang tinggi hingga keluar negeri. Sehingga buat petani nilai tambahnya semakin besar dibandingkan mereka bertani tradisional," bebernya.
Sementara itu Direktur Utama PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani menyebutkan total produksi kopinya menyentuh 825 ribu kilogram dalam setahun. Dimana 80 persen di antaranya diekspor.
Kemudian guna meningkatkan produksi kopi yang merupakan aset PTPN I SupportingCo itu, pihaknya melalui KSO berkomitmen mendukung PTPN IV dalam melakukan tanam ulang di kebun-kebun kopi PTPN I.

Tulis Komentar