meningkatkan kerjasama dengan kopi produksi masyarakat bersama Perhutani

KBUMN Apresiasi Turn Around Kopi PTPN di Kawasan Ijen

Di Baca : 652 Kali
Wakil Menteri BUMN RI Kartika Wirjoatmodjo saat meninjau kebun Kopi Jawa di kawasan Ijen, Jawa Timur. Kebun dan pabrik kopi yang dikelola secara KSO oleh sub holding PTPN III (Persero), PalmCo dan SupportingCo itu terbukti mampu menjalankan program turn around melalui peningkatan produktivitas dan kinerja pemasaran serta finansial selama 3 tahun berturut-turut. (ist)
 

Selain itu, Ghani juga menegaskan dengan amanat dari Pemerintah dalam membantu petani meningkatkan pendapatan masyarakat, pihak PTPN siap membina.

"Kopi masyarakat kita olah disini, kita jual, sebisanya eskpor juga arahnya. Sehingga pendapatan petani meningkat," ucapnya.

Dalam kunjungan kerja tersebut Wakil Menteri BUMN didampingi Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan diterima langsung oleh Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa.

Dikatakannya, keberhasilan turn around komoditas kopi membuktikan bahwa dedikasi, kerja keras, dan komitmen dari setiap individu yang telah mendukung penuh transformasi JCE demi mengembalikan legenda kopi jawa di kancah internasional, termasuk meningkatkan perolehan laba secara berkelanjutan.

Laporan keuangan tahunan menunjukkan laba/rugi kebun kopi Kalisat Jampit dan Belawan yang dikelola KSO JCE terus mengalami peningkatan. Setelah hanya memperoleh laba sebelum pajak sebesar Rp11 dan Rp13 miliar di 2019-2020, bahkan merugi Rp20 miliar di 2021, JCE mencatatkan kenaikan keuntungan berturut-turut mencapai Rp18.09 Miliar (2022), Rp28.48 Miliar (2023), dan Rp32.00 Miliar (2024).

Untuk itu di sisa waktu KSO selama 6 tahun mendatang, PalmCo akan menggesa komposisi tanaman menghasilkan agar lebih ideal sehingga pertumbuhan operasional, finansial, dan dampak sosialnya mampu berkelanjutan dan bertumbuh.

“Terimakasih kepada Kementerian BUMN dan Holding Perkebunan yang terus memberikan dukungan kepada kami. Kita juga ingin membawa praktik terbaik ini ke petani kopi di Indonesia. Sehingga nantinya tidak hanya JCE dan PTPN saja, tapi seluruh petani kopi Indonesia mampu menikmati hasil bertani kopi yang maksimal,” tutup Jatmiko. (tim)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar