Warga Bilang Pihak TNTN Tak Ada Sosialisasi, PT RAPP Dibilang Tanam HTI di Buffer Zone TNTN
Dibilang warga lagi, banyak warga buka hutan dijadikan kebun sawit di Dusun Gambangan, Desa Airhitam ini. Bahkan warga tebang HTI PT RAPP yang tanam Cassia carva secara overlap di hutan alam Buffer Zone TNTN. Kades Airhitam T Sitorus Rabu petang (16/7/2025), membenarkan kawasan overlap buffer zone TNTN yang ditanami Cassia carva PT RAPP ini ditebangi warga ditanami sawit.
"Sudah dua kali PT RAPP di buffer zone TNTN ini panen HTInya. Karena takut tak dipanen lagi HTInya dibiarkan sampai sekarang besar-besar kayunya sudah melebihi usia panen normal. Dan karena dibiarkan PT RAPP HTI dan lahannya akhirnya diserobot warga dan warga tanam sawit," jelas warga Dusun Gambangan Desa Airhitam kepada Tim Investigasi DPP TOPAN RI dan wartawan, Rabu (16/7/2025).
Pantauan investigasi di lapangan, saat ini pekerja HTI PT RAPP sedang panen kayu HTI di kawasan ini dan sebagian baru staking, dan tanam bibit baru Eucalyptus. Di samping HTI PT RAPP terhampar kebun sawit para cukong sawit, warga di kawasan HPT dan HPK.
Jalan Koridor Lama PT RAPP Ditutup
Di tempat terpisah warga Desa Lubuk Kembang Bungo, Ukui, Pelalawan membawa Tim Investigasi dan wartawan mengecek kawasan lindung TNTN yang dulunya dibuka jalan koridor lama RAPP dan sudah ditutup sekitar tahun 2014 kata warga atas instruksi saat itu Presiden Jokowi. Lokasi jalan koridor lama yang diputus ekskavator ditutup dengan digali ini tinjau Tim Investigasi DPP TOPAN RI dan wartawan. Jalan koridor lama ini dibuka sekitar tahun 2000 sementara penunjukan sebagai TNTN tahun 2004 dan jalan koridor lama ditutup tahun 2014.
"Ditutup karena masuk kawasan zona inti TNTN di Desa Lubuk Kembang Bungo. Di zona inti TNTN ini dulu ditanami HTI jenis Acasia mangium oleh RAPP. Sudah dua kali panen juga luasnya sekitar 2.400 hektare. Jadi kawasan buffer zone Dusun Gambangan Desa Airhitam tadi total overlaping lahannya sekitar 3.400 hektare kawasan HTInya dulu dipanen PT RAPP. Sekarang kawasan hutan Accasia mangium dan Eucalyptus di Desa Lubuk Kembang Bungo oleh RAPP dijadikan kawasan lindung ditumbuhi Accasia mangium campur Eucalyptus. Kawasan atau Hutan Lindungnya TNTN bukan kayu hutan alam, karena sudah ditebangi kayu alam TNTN nya, tersisa bekas Accasia mangium lama dan Eucalyptus jadi kawasan lindung, aneh juga," kata warga yang minta namanya jangan ditulis.


Kawasan lindung TNTN di Lubuk Kembang Bungo sebelum SK penunjukan TNTN kata warga dulu hutan alam ditebangi, ditanam Acasia mangium pernah dipanen HTI Acasia mangium-nya dua kali oleh RAPP pernah terbakar hebat direboisasi lagi oleh Pak Ismail dari sebuah perusahaan.


Tulis Komentar