Menyedihkan, Proyek di Istano Basa Pagaruyung Mangkrak, Minta Kejati Sumbar Periksa Kadisparpora
Di tempat terpisah Tim Investigasi menghubungi PPTK Angga lewat selulernya. Angga menjelaskan dia baru bertugas jadi PPTK di bidang pariwisata, sebaiknya langsung ditanyakan ke Kadis dan Ibu Kabid Gusfayanti aja pak," tutup PPTK Angga.
Tim Investigasi menghubungi Kabid Dispora Gusfayanti lewat seluler dia mengatakan kalau proyek yang terbengkalai, lagi proses dan menunggu keputusan pengadilan.
"Dan maaf lagi rapat di DPRD Pak...dan saya masih rapat di Komisi pak," tutup Kabid Dispora Tanah Datar Gusfayanti.
Tim investigasi menghubungi Kadis Dispora Kabupaten Tanah Datar Riswandi lewat seluler mengatakan:
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh pak, maaf ambo sdg mengikuti kegiatan Forum Renstra Dispora Provinsi di Padang. Terkait Plaza putus kontrak krn pihak kontraktor tidak mampu mencapai target, sudah dilakukan tiga kali perpanjangan waktu, akhirnya diputus kontraknya, lalu masuk PN dan sudah diputuskan sidang bhw tdk diterima laporan pengaduannya. Kios yg 10 petak baru keluar penilaian dari KPKNL Bukittinggi, selanjutnya br SK Bupati. Toilet masa pemeliharaan, demikian pak. Utk Plaza sudah putus kontrak, lalu tahun 2026 dilanjutkan lg pembangunannya. Bukan kita yg bayar, malah uang muka 30% sdh ditarik melalui asuransi dan kios ndak ada masalah, SK Bupati br keluar utk disewakan. Itu bangunan lamo Dinda, butuh perawatan nantinyo," tutup kadis Dispora Riswandi.
Ketua tim investigasi Wilayah Sumbagut Lembaga Tim Operasional Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia (DPP TOPAN RI) Rahman angkat bicara terkait proyek gagal yang dikerjakan CV Merah Delima. Yakni misalnya Plaza Pengunjung dengan pagu anggaran Rp702.999.986 dari dana APBD 2024, Kalau memang sudah masuk laporan Kejari tentu tunggu hasil keputusan apa dan siapa jadi tersangka.
Tulis Komentar