Klaten Jawa Tengah Membara, Lahan seluas 1.166 hektare terbakar

Hebat, Titik Panas Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Riau Nihil

Di Baca : 639 Kali
Peta hotspot atau titik panas kebakaran hutan dan lahan di Riau nihil karhutla Selasa sore (5/8/2025). (Dok. BMKG Pekanbaru)

Pekanbaru, Detak Indonesia--Hujan yang turun pada Senin 4 Agustus 2025 dan Selasa 5 Agustus 2025 hampir di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Riau menyebabkan titik api kebakaran hutan dan lahan padam pada Senin (4/8/2025) dan Selasa (5/8/2025).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Selasa sore (5/8/2025) mencatat titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan di Riau nihil, artinya tidak ada titik api. Ini hebat. Sedangkan hotspot di wilayah Sumatera 3 yakni Lampung terdapat 1 titik panas, Sumatera Selatan 2 titik panas.

Sementara perkembangan situasi dan penanganan bencana nasional pada 5 Agustus 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB
Abdul Muhari Ph D, mencatat beberapa kejadian bencana berdampak signifikan di Indonesia dalam kurun waktu 24 jam mulai Senin (4/8) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (5/8) pukul 07.00 WIB. Laporan peristiwa bencana baru tercatat sebanyak sembilan kejadian.

Kejadian bencana pertama adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Lahan seluas 1.166 hektare terbakar pada Minggu (3/8/2025). Lahan berada di tiga kecamatan yakni Kecamatan Klaten Selatan, Kecamatan Wonosari, dan Kecamatan Polanharjo. Salah satu lahan dilaporkan terbakar akibat kelalaian seorang pegawai yang membakar sampah di area lahan tersebut. BPBD Kabupaten Klaten berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan upaya pemadaman api bersama tim gabungan. Pada Senin (4/2025) api telah berhasil dipadamkan.

Selain karhutla, kekeringan juga melanda beberapa wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar di Kabupaten Demak mengalami kekeringan akibat hujan yang sudah tidak turun di wilayahnya sejak beberapa hari lalu. BPBD Kabupaten Demak segera melakukan dropping air bersih. Sebanyak 1 tangki air dengan jumlah 5.000 liter disitribusikan kepada warga di desa tersebut untuk memnuhi kebutuhan sehari-hari warga.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar