Efisiensi Anggaran Disuarakan Pemprov Riau Tak Sesuai di Lapangan
20 Maret: Pembelian Tempat Tidur + Divan Rp148,4 juta.
22 November: Pengadaan Gorden & Vitrase 125 m² @Rp1,18 juta (Rp147,5 juta).
28 November: Pengadaan Karpet Cambridge 160 m @Rp1,185 juta (Rp189,6 juta).
Semua belanja ini dikerjakan CV Sultan Hamdan Halmahira melalui pemecahan paket.
TA 2025 : 12 Juni: Pembelian Matras Mewah Rp149.067.450. Gorden & Vitrase 337 m² Rp149.628.000
Karpet 115 m Rp137.734.350.
Tiga paket ini juga dikerjakan CV Jaya Acheva Mandiri, dengan kontrak pada tanggal sama.
Benang Merah, menduga pengadaan dipisah-pisah untuk menghindari proses tender dan e-katalog, sebagaimana diatur dalam Perpres 16/2018 dan Surat Edaran LKPP Nomor 5/2024.
“Barangnya mewah, harganya tinggi, pembelian setiap tahun, dan rekanannya sama. Kontrak pun di hari yang sama. Ini pola yang perlu diusut,” sebut Idris.
Ironi mencolok terjadi pada Maret 2025, ketika Gubernur Riau Abdul Wahid mengaku hanya tidur tiga jam sehari, karena memikirkan defisit.


Cangkang sawit bernilai dolar diekspor ada puluhan perusahaan, kok Riau devisit anggaran dan tunda bayar?
Tulis Komentar