Hasil Laut Diangkut ke Sumut, dan Malaysia, Bukan untuk Riau

Panipahan Lumbung Hasil Laut Riau, 38 Km Jalan Penghubung Hancur Tak Tersentuh Pemprov Riau-Pemkab Rohil

Di Baca : 3552 Kali
Sejauh lebih kurang 38 kilometer jalan dari Sungai Daun ke Kota Terapung Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) Kabupaten Rokanhilir, Riau rusak parah, tak tersentuh perhatian Pemprov Riau, Pemkab Rohil. Padahal Panipahan Lumbung Hasil Laut Riau. Namun hasil laut tak dinikmati Riau, namun diangkut ke Provinsi Sumatera Utara, dan ekspor ke Port Klang Malaysia. Ini akibat infrastruktur jalan rusak parah. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Laporan : Aznil Fajri dan Tim dari Panipahan-Rohil-Riau

Panipahan, Detak Indonesia--Presiden Prabowo menekankan percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa. Langkah ini sejalan dengan upaya untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari tingkat terbawah.

Percepatan program listrik desa:

Pada Agustus 2025, Presiden Prabowo menginstruksikan percepatan program listrik desa untuk melayani 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum teraliri listrik. Upaya ini bertujuan untuk menghadirkan keadilan energi hingga ke Pelosok Negeri.

Namun sayang jalan provinsi seharusnya dinikmati oleh masyarakat untuk perkembangan ekonomi rakyat merasa terganggu oleh jalan yang rusak, tim Investigasi menuju Kota Terapung Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rohil-kota di atas laut penghasil ikan di sepanjang perjalanan tim melewati desa Sungai Daun Kecamatan Pasir Limau Kapas, Desa Bagan Punak Pesisir Kecamatan Bangko,  Desa Suak Air Hitam Kecamatan Pekaitan, sampai kota di atas pesisir Laut Timur Sumatera Panipahan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Jumat (17/10/2025).

Menuju kota Panipahan tim investigasi tepatnya desa Jalan Kuning Jalil Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) sampai ke perbatasan kota Panipahan Rohil itu jalan rusak parah tidak tersentuh pembangunan infrastruktur jalan yang layak oleh Pemprov Riau dan Pemkab Rohil yang lalai, sibuk rapat, sibuk menyambut tamu negara, dan sebagainya.

"Kami konfirmasi pada warga soal jalan, kami pernah mengusulkan jalan lintas desa kami tolong perbaiki sampai saat ini belum ada perbaikan, kasihan anak sekolah pak, kadang anak anak itu berangkat sekolah pakai motor belum sampai di sekolah jatuh ke lubang lumpur akibat jalan rusak. Parahnya musim hujan, kami tidak bisa lewat, jalan lumpur rata dengan air, tanah liat, desa kami ini desa tertinggal pak, kami minta pemerintah perhatikan lah jalan kami, apa lagi desa kami ini jalan menuju kota Panipahan," keluh warga.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar