Mimpi Rakyat Kepulauan Meranti Riau, Jadikan Negerinya Free Trade Zone seperti Batam

Kepulauan Meranti Semakin Terisolir, Dua Jembatan Ambruk, Skandal Pelabuhan Dorak Tak Kunjung Tuntas !

Di Baca : 3817 Kali
Skandal Pelabuhan Dorak Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, tak kunjung tuntas, pelabuhan yang dekat dengan Singapura dan Malaysia ini tak kunjung dibangun sejak 2012 era Bupati Drs Irwan Nasir MSi hingga 2025 ini. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id/tim)
 

Pasca jembatan Panglima Sampul ambruk, warga harus memutar lima desa untuk sampai ke kota Selatpanjang ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Biasanya dari Desa Alai langsung ke Desa Gogok, kini harus melintasi Desa Batangmalas, Tenan, Maini Darul Aman, Mantiasa kemudian baru ke Desa Gogok. Selisih jalan yang harus dilintasi selama satu jam perjalanan normal. Ini merupakan akses alternatif satu-satunya jika hendak ke kota di Selatpanjang. Kasus Jembatan Panglima Sampul ambruk belum terdengar diselidiki aparat berwajib.

Sementara itu, Jembatan Selat Akar yang berada di Desa Selat Akar, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau ambruk, pada Senin (14/8/2023), hingga November 2025 ini juga belum diperbaiki. Tim Investigasi DPP TOPAN RI dan awak media terpaksa menyeberang naik Kompang (kapal mesin) untuk sampai ke Kota Selatpanjang. Sebelumnya meluncur touring jalan darat menunggang kuda besi dari Buton-Sungai Rawa-Pelabuhan Tanjung Pal menyeberang naik kapal pompong ke Pelabuhan Mengkikip.

Jembatan Selat Akar yang menghubungkan antara beberapa desa di Kecamatan Tasik Putri Puyu tersebut ambruk diduga akibat tiang pancang bajanya keropos akibat air laut.

Sementara skandal Pelabuhan Dorak pada 2012 semasa Bupati Drs Irwan Nasir MSi berkuasa, dimulai pembebasan lahannya. Lahan masyarakat dibebaskan, diganti rugi. Lahan ditimbun tanah urug dan batu pecah. Kementerian Perhubungan RI berkepentingan membangun Pelabuhan Dorak. Tiang pancang dipasok ke pinggir pantai Dorak. Sebagian dermaga atau pelantar beton sudah dibangun. Namun ada skandal korupsi, tiang pancang beton kini tak terpakai lagi berserakan di pinggir Pantai Dorak Selatpanjang. Pelantar beton menganggur belum bisa dimanfaatkan.

Setelah gagal dilanjutkan pada tahun 2018 silam, pembangunan Pelabuhan Regional Dorak di Kabupaten Kepulauan Meranti dilanjutkan pada 2024. Proses penganggaran diusulkan ke Kementerian Perhubungan setelah mendapat persetujuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. 

Pelabuhan Dorak gagal dibangun, tiang pancang terbuang belum diusut tuntas aparat penegak hukum.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar