Mimpi Rakyat Kepulauan Meranti Riau, Jadikan Negerinya Free Trade Zone seperti Batam

Kepulauan Meranti Semakin Terisolir, Dua Jembatan Ambruk, Skandal Pelabuhan Dorak Tak Kunjung Tuntas !

Di Baca : 3819 Kali
Skandal Pelabuhan Dorak Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, tak kunjung tuntas, pelabuhan yang dekat dengan Singapura dan Malaysia ini tak kunjung dibangun sejak 2012 era Bupati Drs Irwan Nasir MSi hingga 2025 ini. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id/tim)
 

Pemkab Meranti telah merancang pembangunan empat jembatan besar penghubung antar pulau. Yakni, Jembatan Selat Rengit (JSR), yang menghubungkan Pulau Tebingtinggi dan Pulau Merbau, sedang dalam proses pengerjaan, namun mangkrak. Kemudian, Jembatan Suir, penghubung Pulau Tebingtinggi dengan Tebingtinggi Timur. Jembatan Ketapang, menghubungkan Pulau Merbau dengan Pulau Padang dan Jembatan Air Mabuk, yang menghubungkan Pulau Tebingtinggi dengan daratan Sumatera di Buton, Kabupaten Siak.

Menurut masyarakat Kepulauan Meranti, dari Air Mabok Phutong dekat dermaga PT RAPP sangat baik potensial juga dibangun jembatan penghubung ke Pulau Tebing Tinggi Selatpanjang sejauh 3 km dan lebih dekat ke daratan Pulau Sumatera. Meranti yang terisolir, tak tertinggal lagi karena warga dari Selatpanjang bisa jalan darat cepat ke Pekanbaru. Dokter spesialis pun mau dan semangat bertugas di Meranti. Juga agar direalisasikan Pelabuhan Tanjungsari Pelabuhan Roro dekat ke daratan Buton daratan Sumatera dan bisa dekat ke Batam, Singapura, Malaysia, Tanjungbalai Karimun Kepri. (azf)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar