Mimpi Rakyat Kepulauan Meranti Riau, Jadikan Negerinya Free Trade Zone seperti Batam

Kepulauan Meranti Semakin Terisolir, Dua Jembatan Ambruk, Skandal Pelabuhan Dorak Tak Kunjung Tuntas !

Di Baca : 3825 Kali
Skandal Pelabuhan Dorak Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, tak kunjung tuntas, pelabuhan yang dekat dengan Singapura dan Malaysia ini tak kunjung dibangun sejak 2012 era Bupati Drs Irwan Nasir MSi hingga 2025 ini. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id/tim)
 

Salah satunya yakni mantan Sekda Kepulauan Meranti Zubiarsyah yang merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tersangkut kasus pengadaan lahan untuk Pelabuhan Dorak.

Saat itu, Zubiarsyah dipenjara bersama mantan Kepala BPN Kepulauan Meranti Suwandi Idris. Sementara dua orang lain yang diproses hukum yakni Muhammad Habib menjabat Kasubbag di Bagian Tata Pemerintahan beserta seorang lainnya M Arif sebagai perantara. 

Masyarakat Meranti Ingin Jadi FTZ

Pelabuhan Dorak Selatpanjang berpapasan di depannya dengan Pulau Rangsang dan Negara Singapura dan Malaysia. Sangat strategis untuk perdagangan antar pulau dan bila Kepulauan Meranti dijadikan kawasan Free Trade Zone (FTZ) atau zona perdagangan bebas seperti Batam, maka negeri ini akan maju. Inilah keinginan sebagian besar masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau saat ini. Karena sebagian besar masyarakat Kepulauan Meranti merasa terisolir karena jalan darat yang menghubungkan antar pulau tidak mendapat perhatian Pemerintah Pusat dan Pemprov Riau.

Kabid Bina Marga PUPR Kabupaten Meranti Riau, Sugeng Widodo KN ST yang dikonfirmasi di ruang kerjanya di Selatpanjang, Senin (10/11/2025) menjelaskan kurang mengetahui adanya tiang pancang berserakan mubazir di pelabuhan Dorak yang merupakan proyek gagal Pemkab Meranti dan Kementerian Perhubungan RI sekitar tahun 2012 lalu.

Kabid Bina Marga PUPR Kabupaten Meranti Riau, Sugeng Widodo KN ST.

Dermaga Pelabuhan Dorak Selatpanjang yang gagal dibangun itu saat Bupati Meranti dijabat oleh Drs Irwan Nasir MSi-Bupati Kepulauan Meranti dua periode yakni 2010—2015 dan 2016—2021. Irwan yang lahir pada 31 Desember 1969, adalah mantan Bupati Kepulauan Meranti yang menjabat selama dua periode, yaitu 2010—2015 dan 2016—2021. 







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar