Limbah Produksi Cemari Sungai dan Lingkungan

Tak Salurkan CSR, Berada di Hutan Konservasi Mangrove, Pabrik Sagu Asun Agar Ditindak !

Di Baca : 2414 Kali
Pabrik tepung sagu Asun di Kampung Kundur Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau dikeluhkan warga karena jorok, limbah mencemari sungai, pabrik berada dalam kawasan Konservasi mangrove/bakau. (tim)

Selatpanjang, Detak Indonesia--Sebagian besar masyarakat di Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, tidak merasakan manfaat hadirnya pabrik Tepung Sagu milik Asun di Kampung Kundur, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Pengusaha pongah ini menurut warga sekitar tak mempedulikan masyarakat sekitar pabrik sagunya, tidak menyalurkan Community Social Responsibily (CSR) kepada masyarakat. Dia (Asun) menurut warga tak suka bersosialisasi dengan masyarakat. Keuntungan miliaran rupiah pertahun dilantak perutnya sendiri. Jangankan menyumbangkan satu unit mobil ambulance yang sangat diperlukan masyarakat saat ini, menyumbang untuk kegiatan kampung di sekitar pabriknya, Asun pelit sekali, kata warga.

Warga kampung Kundur yang terdekat dan kampung lainnya di Kecamatan Tebing Tinggi Barat, bersitegang urat leher dulu berdebat dengan pekerja pabrik sagu Asun saat mengantarkan buku proposal permohonan bantuan untuk kegiatan kampung. Seperti giat 17 Agustus, Perlombaan olahraga antar remaja kampung, dan lain-lain. Asun kata warga jarang berada di pabriknya, tapi lebih sering berada di Batam, dan Malaysia mengatur perdagangan tepung sagunya.

Lokasi pabrik tepung sagu Asun berada tersembunyi di balik kawasan hutan konservasi mangrove/bakau, lokasi terlarang dibangun pabrik sagu. Limbahnya mencemari lingkungan berbau busuk. Dalam pekerjaan sangat kotor. Limbah sagu menyumbat aliran sungai di samping pabriknya. Inilah yang dikonsumsi masyarakat. Tual sagu dipasok warga dari segala penjuru di kawasan itu. Terkadang berserak di pinggir jalan raya berdebu bersirtu di Mengkikip-Selatpanjang, atau berada dalam sungai dekat pabrik Asun. Ribuan tual/batang sagu menutup aliran sungai. Limbahnya berserakan. Kata warga sebaiknya tutup operasional pabrik tersebut.

Pabrik tepung sagu Asun berada dalam kawasan konservasi (foto atas). Dan limbah sagunya mencemari sungai di samping pabriknya dalam kawasan hutan konservasi (foto bawah). (azf)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar