perguruan tinggi di Sumut untuk tidak sekadar menjadi penonton dari tragedi ini

DPC PA GMNI Humbahas Ajak Kampus di Sumut Hadirkan Mahasiswa sebagai Relawan Penjaga Pemulihan Psikologis Anak-anak

Di Baca : 3363 Kali
Ganda M Sihite-Sekretaris DPC PA GMNI Humbahas Sumut. (ist)

Humbang Hasundutan, Detak Indonesia--Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera khususnya Sumatera Utara kembali membuka kenyataan pahit yang berulang: kerusakan fisik di permukaan, dan kerusakan yang lebih sunyi di dalam diri para korban, terutama anak-anak. Di tengah longsor, banjir, dan kekacauan logistik, hadir pula pemandangan rutin yang semakin dianggap normal—rombongan pejabat pusat datang dengan kamera, memakai rompi taktis untuk difoto di lokasi, memanggul karung beras, membagikan bantuan, lalu pergi sebelum debu benar-benar turun.

Negara hadir, tetapi terlalu sering hanya sebagai tamu singkat yang mampir dengan paket logistik dan obral janji. Sementara trauma korban khususnya anak-anak tetap tinggal, tanpa pernah diberi ruang untuk dipulihkan.

DPC PA GMNI Humbang Hasundutan menilai bahwa praktik penanganan bencana seperti ini menunjukkan kegagalan kita memahami makna pemulihan. Logistik hanyalah pintu masuk, bukan penyelesaian. Trauma tidak dapat diseka dengan karung beras, selimut baru, atau pidato (omon omon) pejabat. Anak-anak yang kehilangan rumah, keluarga, atau rasa aman memerlukan sesuatu yang jauh lebih mendasar: kehadiran manusia yang sabar, peduli, dan konsisten.

Pemulihan psikologis—terutama bagi anak-anak—bukan aksesori dalam penanganan bencana, tetapi pondasi dari bangkitnya kembali kehidupan sosial suatu komunitas.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar