Jalan Lama Sudah Ada, Warga Solok Selatan Keberatan Bupati Aktif Alihkan Jalan Negara ke Kebun Sawit Pribadinya
Solok Selatan, Detak Indonesia--Setelah heboh kasus polisi tembak polisi dalam kasus tambang ilegal di Solok Selatan Sumbar beberapa waktu lalu, kini mulai viral
Proyek pembangunan jalan nasional bernilai Rp65,1 miliar tanggungjawab Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Desa Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat, menjadi sorotan masyarakat Solok Selatan.
Negeri yang lemah pengawasan eksternal dari Negara ini, ada proyek jalan yang bersumber dari APBN tersebut diduga tidak berbasis kepentingan publik, melainkan berpotensi kuat menguntungkan kepentingan lahan pribadi pejabat daerah yang masih aktif menjabat.
Hasil investigasi lapangan mengungkap, trase jalan Sungai Sungkai – Log Batu Sandi/Batas Dharmasraya dibangun membelah kawasan perkebunan kelapa sawit PTPN VI melewati area tanpa permukiman penduduk, dan mengarah ke lahan bernilai ekonomi tinggi yang dikaitkan dengan kepemilikan Bupati Solok Selatan aktif sekarang H Khairudin. Inilah yang disorot warga Solok Selatan akhir-akhir ini.
Fakta di lapangan menunjukkan, dari keberatan sejumlah warga dan tokoh masyarakat Solok Selatan tidak ada satu pun rumah warga di sepanjang trase jalan tersebut. Melainkan hamparan ribuan hektare kebun sawit perusahaan dan milik pribadi ada yang dibuka secara legal dan ada yang ilegal. Sebaliknya, jalur lama yang sebelumnya menjadi akses lintas dari Kabupaten Solok Selatan ke Kabupaten Dharmasraya Sumbar tembus Provinsi Jambi, justeru diabaikan tanpa peningkatan signifikan, padahal sebagian sudah dilebarkan dan diberi koral oleh pejabat Bupati lama. Kondisi aneh ini memunculkan kecurigaan warga terhadap motif kebijakan pembangunan Bupati aktif sekarang H Khairunas. Kondisi fisik jalan dari Kabupaten Solok Selatan sampai perbatasan Kabupaten Dharmasraya di Langliang juga mirip "jalan neraka", jalan rusak berat, jembatan sempit. Ini tidak diperhatikan Bupati Solok Selatan sekarang, demikian warga.
“Ini bukan jalan untuk rakyat. Semua kebun sawit. Tidak ada rumah, permukiman warga. Informasinya jalan ini menuju lahan sawit milik Bupati aktif, luasnya ratusan hektare. Jalan lama dari Lubuk Malako ke Langliang ke Dharmasraya justeru ditelantarkan,” ungkap warga Sungai Kunyit yang meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (11/1/2025).

Jalan tanah menuju kebun sawit Bupati Solok Selatan aktif H Khairunas tembus ke Kampung Log.
Tulis Komentar