Loading...
WALI KOTA DIMINTA TEGAS

ICMI Angkat Bicara Soal Gelper dan KTv di Pekanbaru

Di Baca : 333 Kali
Arena gelper di Arena KTv Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Riau masih terus beroperasi dan dijaga ngepam oknum aparat (foto atas) dan foto bawah KTv Koro-koro di Jalan HR Soebrantas Panam Pekanbaru dan pernah ditangkap pengunjung dan karyawan/i oleh petugas Dit Reskimum Polda Riau beberapa waktu lalu masih membandel operasi sampai tengah malam dinihari. (Foto Ist)

Liputan Khusus : Tim Detak Indonesia,  Pekanbaru

Pekanbaru, Detak Indonesia--Menyikapi maraknya arena judi gelanggang permainan (gelper)  di Pekanbaru, Kandis, Duri, yang dijaga (ngepam) oknum polisi,  juga diskotek berkedok KTv (karaoke) banyak wanita malamnya (lonte) yang pemiliknya itu-itu juga di Provinsi Riau, sejumlah tokoh dan aktivis muda Melayu angkat bicara.

Aktivis muda Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Kota Pekanbaru, Riau Sarwan Kelana merasa Kota "Madani" Pekanbaru merasa miris dan prihatin dengan banyaknya tempat maksiat dan perjudian ala "Las Vegas" yang terus menerus dibiarkan.

"Selaku Ketua Majelis Pimpinan Daerah (MPD) Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesian (ICMI) Muda Kota Pekanbaru, Kami mendesak kepada Pemerintah Kota Pekanbaru untuk lebih tegas, dengan adanya Gelper di kota ini," kata Sarwan Kelana Kamis (24/1/2019).

KTv New Paragon Jalan Sultan Syarif Kasim ujung Pekanbaru

Kamis malam ini (24/1/2019) atau malam Jumat yang dikenal sebagai istilah "Ladies Night" di kalangan wanita malam itu mereka akan memenuhi diskotek berkedok KTv, di Queen Senapelan Plaza, MP International Jalan Teuku Umar Pekanbaru. Demikian juga di diskotek berkedok KTv New Paragon Jalan Sultan Syarif Kasim, Dragon di belakang Hotel Hollywood Jalan Kuantanraya, dan diskotek berkedok KTv International di Hotel Grand Elite Jalan Riau Pekanbaru. Malam ini aparat hukum harus melakukan razia besar-besaran. Beberapa tempat hiburan malam ini sebelumnya sudah dirazia aparat penegak hukum,  beberapa orang diamankan diboyong ke Dit Reskrimum Polda Riau. 

Wanita pengunjung New Paragon KTv Pekanbaru menyelinap di kegelapan malam. KTv (Karaoke Televisi) biasanya tak pakai DJ tapi di sini ada DJ nya bak diskotek

Lebih lanjut ditegaskan Aktivis Muda Riau itu, " Kan kita sama- sama tahu, kalau Wali Kota Pekanbaru H Firdaus dan H Ayat Cahyadi di masa kepemimpinan mereka menjadikan Kota Pekanbaru ini Kota Madani. Nah kalau sudah Madani itu harus lebih baik,  jangan ada tempat hiburan malam yang melanggar Perda, tutup sampai dinihari bahkan subuh," ujarnya dengan nada tinggi.

"Untuk saat ini, kami dari Cendikiawan Muslim Indonesian belum ada arah untuk aksi. Kami mendesak Pemko Pekanbaru dan Dinas terkait seperti Satpol PP Pekanbaru, untuk tegas memberi sanksi kepada tempat hiburan malam yang jelas melanggar Perda. Jadi belum ada demo menutup tempat maksiat dan perjudian itu, kita tunggu langkah tegas Wali Kota Pekanbaru Madani ini," ujar Putra asal Kabupaten Kepulauan Meranti Riau itu.

Wanita malam menuju Queen KTv di Senapelan Plaza Pekanbaru. KTv tapi ada DJ Diskotek. Biasanya KTv (Karaoke Televisi) tak pakai DJ

Dari hasil pantauannya dan data temuan DPRD Kota Pekanbaru ada 14 lokasi judi gelper di Kota Madani Pekanbaru, ditambah lagi di Kandis Kabupaten Siak dan Duri Kabupaten Bengkalis Riau. Adanya arena judi dan banyak karaoke berkeliaran wanita malam ini dan dibiarkan oleh Wali Kota Pekanbaru mencerminkan attitude dan kepemimpinan Firdaus MT yang beda dengan Bupati Siak Syamsuar yang cemerlang buat program Maghrib Mengaji di Kabupaten Siak, tempat maksiat dilarang berdiri di Kota Istana itu.

Arena Gelper berkedok KTv di Jalan Tuanku Tambusai (Jalan Nangka) Pekanbaru, di Jalan Cempaka, Jalan Riau, Jalan Teratai bawah,  Jalan Kulim belakang Hotel Tampan Pekanbaru terbilang bebal masih terus operasi tiap malam dipenuhi pengunjung dan didampingi petugas cewek sebagai 'wasit' gelper. Malah dijaga ngepam oknum aparat.  Aneh,  seharusnya perjudian diberantas,  tapi malah dijaga oknum aparat penegak hukum. Ironis dan aneh Kota "Mada Ini" Pekanbaru,  judi kecil-kecilan adu ayam di Jalan Garuda Sakti Panam ditertibkan, judi besar ala "Las Vegas" di jantung Kota Pekanbaru Riau dibiarkan aparat penegak hukum. Bak kata pepatah, semut dikejauhan nampak, gajah di depan mata tak nampak. 

Kemudian KTv Koro-Koro di Panam Pekanbaru yang dulu dirazia jajaran Dit Reskrimum Polda Riau juga tetap bandel operasi sampai tengah malam dinihari padahal izin operasional sampai pukul 23.00 WIB.  Banyak anak mahasiswa/i "begadang" di situ sampai dinihari yang tak diketahui orangtuanya di kampung. 

Menurut Sarwan sebaiknya mahasiswa/i itu malam hari digunakan untuk belajar agar cepat tamat kuliah, ibadah, dan kegiatan bermanfaat lainnya. (*/di/adf/azf)



[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar