Jikalahari : Belum Ada SP2HP tentang Laporan Kebakaran Lahan HTI PT Arara Abadi 2020
Pada 3 Juli 2020, tim Jikalahari ke lokasi terbakar dan melihat asap masih mengepul di lahan gambut itu, sebagian lahan masih terbakar, dan tim Manggala Agni, BPBD dan Tim RPK PT AA sedang melakukan pendinginan. Lahan terbakar merupakan lahan yang sudah staking dan siap tanam akasia. Di beberapa blok ditemukan akasia yang baru ditanam dan tidak terbakar.
"PT AA sengaja membakar untuk ditanami akasia dengan motif mengurangi biaya operasional," kata Okto Yugo Setyo.
Di sekitar lokasi terbakar tim mendapat informasi asal api dari kebun masyarakat di luar konsesi PT AA. Namun hasil pengamatan tim Jikalahari jarak antara lokasi kebun masyarakat yang terbakar dengan lokasi yang terbakar PT AA sekitar 680 meter dan tidak ada penghubung api. Artinya tidak mungkin apinya meloncat ke areal PT AA.
"Justeru areal PT AA sengaja dibakar karena api hanya membakar areal yang sudah distaking dan tak sampai areal yang sudah ditanam, padahal jaraknya hanya dipisahkan oleh kanal," kata Okto Yugo.
Selain itu hasil analisis hotspot melalui satelit Terra Aqua-Viirs, hotspot dan kebakaran di luar konsesi lebih dulu terjadi yaitu pada 24 Maret-2 April 2020 sedangkan di dalam areal PT AA hotspot dan kebakaran terjadi pada 28 Juni 2020.
Tulis Komentar