Paradoks Kuansing, Negeri Bermarwah Melayu yang Dipandang Enteng Korporasi

Bung Romi: Stake Holder yang Memiliki Tanggungjawab untuk Selesaikan Konflik Ini

Di Baca : 596 Kali
Parit gajah yang digali korporasi PT Duta Palma Nusantara di Kabupaten Kuansing, Riau mengakibatkan putusnya akses jalan ke kebun sawit warga satu-satunya sumber terakhir kehidupan ekonomi masyarakat di tengah badai pandemi Covid-19. Namun perusahaan yang pernah diproses penyidik KPK tetap bebal dan kebal hukum. (ist)

Pekanbaru, Detak Indonesia – konflik lahan antara korporasi dengan masyarakat selalu terjadi di tengah negeri ini. 

Teranyar, konflik lahan antara korporasi dengan masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Di dalam video yang tersebar luas di jejaring aplikasi pesan WA, dan beritanyapun viral, pihak perusahaan entah sengaja atau tidak menggali parit gajah yang konon kabarnya di luar dari wilayah HGU yang mereka miliki sehingga membuat masyarakat tidak lagi memiliki akses ke kebun mereka.

Sementara sumber penghidupan masyarakat hanya berasal dari hasil panen sawit milik mereka sendiri!

Tentu ini sangat ironi, masyarakat yang terdampak ekonominya dan dengan seadanya mencoba bertahan hidup akibat dari pendemi covid-19 yang belum juga reda, bertambah lagi penderitaan mereka karena tidak lagi memiliki akses untuk menuju sumber penghidupannya.

Bung Romi



[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar