Kelebihan Lahan HGU PT TPP Perlu Ditindaklanjuti
Sedangkan rata-rata bulan kering 1.9 bulan/tahun dan rata-rata bulan basah 9.2 bulan/tahun. PT TPP menempatkan areal perkebunan sawit diatas jenis tanah dua ordo, yang menurunkan lima subgroup, yaitu Inceptisol (Fluvaquepts, Aquic Dystrudepts) dan Ultisols (Typic, Hapludults, Typic Kanhapludults, Typic kandiudults) dengan fisiografi pada sebagian areal berbentuk flat, rolling, dan rendahan.
Sifat-sifat tanah lapisan atas dari kebun kelapa sawit PT TPP semuanya bereaksi sangat masam dengan pH-H2O (1:5) < 4.5. Keadaan tanah yang sangat masam tersebut juga disertai dengan kandungan kation-kation basa (Ca, Mg, K, dan Na) yang sangat rendah, sehingga kapasitas tukar kation (KTK) dan kejenuhan basanya (KB) juga rendah atau sangat rendah. Kemampuan tanah yang rendah dalam pertukaran kation tersebut diperburuk oleh adanya tekstur tanah yang kasar, yaitu tanah pasir (sand) atau tanah berpasir (sandy).
Kandungan fosfor (P) dan Kalium (K) potensial tanah ekstrak HCl 25 persen semua contoh tanah termasuk sangat rendah. Sedangkan P tersedia ekstrak Bray 1 dan K dapat ditukar bervariasi dari sangat rendah sampai sedang atau tinggi, walaupun demikian sebagian besar termasuk sangat rendah.
Mereka terbuka pada masuknya investasi dari luar, namun harus digaris-bawahi investasi itu tidak boleh merusak hutan. Kalau ada investasi masuk, apapun itu yang merusak alam, masyarakat akan berfikir lagi.
Investasi hanya boleh untuk tujuan menaikkan perekonomian mereka. Contohnya, untuk memperbaiki jalan supaya mereka bisa lebih mudah menjual hasil bumi atau membangun sekolah.
Dahrul menjelaskan, kondisi jalan kampong banyak yang rusak parah telah membuat masyarakat desa harus menghabiskan waktu tiga jam untuk ke Kota Rengat- ibukota Ka upaten Indragirihulu, Riau.
Selain itu, lantaran kondisi gedung sekolah rusak, maka anak-anak desa belajar dengan sistem sekolah kunjung (guru datang ke desa).
Tetapi Dahrul menangkap sinyal, dalam 10 tahun terakhr, kondisi alam di kampong itu mulai ricuh. Sebab masyarakatnya yang tadinya memegang aturan adat dengan kuat, yang tidak akan merubah hutan mereka dan ini pupus sudah karena kebaikan warga dan alam mulai rusak karena masuknya investasi.
"Mempertahankan hutan dan menjaga gaya hidup sehat dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan mulai sirna."
Hadi Sukoco dari PT TPP dikonfirmasi soal itu Selasa (30/8/2022) melalui whatsApp (WA) nya tidak menjawab.
Tulis Komentar