PTPN V memboyong 10 penghargaan prestisius sepanjang semester 1 2023

PTPN V Dianugerahi The Most Profitable & Cash Liquid serta The Most Agile Company

Di Baca : 930 Kali
CEO PTPN V, Jatmiko Santosa (pegang mic) didampingi Komisaris Utama PTPN V Fauzi Yusuf, serta SEVP Business Support (kiri) Rurianto, dan SEVP Operation PTPN V Ospin Sembiring (kanan) di acara Best & Prestigious 10, PTPN5 Achievement Appreciation Day. (Dok

Pekanbaru, Detak Indonesia -- PT Perkebunan Nusantara V dianugerahi sebagai The Most Profitable & Cash Liquid serta The Most Agile Company terbaik oleh Holding Perkebunan Nusantara III Persero dalam ajang Liga PTPN Award 2023, Regroup to Boost Sustainable Growth: Plantformation PTPN Secret Garden Gala.

The Most Profitable & Cash Liquid atau perusahaan teruntung dari sisi rasio merupakan penghargaan Holding Perkebunan atas capaian PTPN V yang berhasil mencatat persentase Rasio Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) Core terhadap Revenue dan Rasio Arus Kas Operasional terhadap Liabilitas jangka pendek terbaik di 2022.

Sementara kategori TerGesit atau The Most Agile merupakan penghargaan kepada PTPN V yang dinilai paling gesit, proaktif, dan mandiri dalam implementasi EBITDA Transformation, kedisiplinan terhadap pelaksanaan inisiatif program, serta telah melakukan penyampaian data laporan secara valid.

Untuk kategori The Most Profitable & Cash Liquid sendiri ditorehkan PTPN V usai mencatat kinerja solid sepanjang 2022 dengan berhasil mencatat pendapatan laba bersih sebesar Rp1,52 triliun. Secara keseluruhan, pada 2022 lalu, perusahaan mencatat pendapatan mencapai Rp8,46 triliun atau melampaui rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) sebesar 116,89 persen. Dari sisi aset juga terjadi peningkatan  mencapai Rp12,26 triliun atau 111,67 persen dari RKAP yang ditetapkan.

Catatan gemilang tersebut ditopang dengan peningkatan kinerja operasional, mulai dari peningkatan hasil produksi tandan buah segar (TBS) yang mencapai 2,65 juta ton, produksi crude palm oil atau CPO 578,000 ton dengan produktivitas CPO 5,6 ton per hectare, serta produktivitas TBS sebesar 24,05 ton per hektare. Selain itu, pendekatan teknologi juga berperan penting dalam proses bisnis perusahaan perkebunan plat merah tersebut.






[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar