Hutan Riau Dikoyak-koyak Akibat Berburu Batu Andesit
"Akibatnya, yang tak bisa dihindari adalah rusaknya ekosistem dan hayati serta habitat yang ada di dalam kawasan hutan lindung di wilayah itu," kata Ketua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Rumpun Melayu Indragiri (RMI), Jamhur Sulaiman dilansir dari riaupagi.com dalam bincang-bincangnya menyikapi seputar hadirnya penambangan di Desa Siambul itu.
"Warga Desa Siambul menjerit karena kawasan hutan dijamah jadi aktivitas penambangan salah satunya Batu Andesit," resahnya.
PT Kurnia Subur (KS) dan PT Indecom diduga keruk batu andesit tanpa Izin, membuat RMI angkat bicara.
"Warga Desa Siambul meminta kami (RMI Inhu) untuk menjembatani mereka dengan maksud mengadukan permasalahan ini kepada Kementerian Pertambangan dan Energi di Jakarta," kata Ketua RMI, Jamhur Sulaiman belum lama ini.
Menanggapi tentang maraknya penambangan batu bara dan batu andesit ini, Badan Pekerja Nasional (Bakernas) Indonesian Corruption Investigation (ICI) menilai, eksplorasi tambang dan pembabatan hutan dan penguasaan lahan di luar batas, adalah sebuah konspirasi para pemilik modal, pemegang otoritas atau kewenangan dan aparat penegakan hukum.
“Untuk di Inhu itu sudah tergambar kerusakan lingkungan yang sudah amat parah, tidak ada pilihan lain Bupati, Gubernur maupun Presiden RI, harus melakukan law enforcement,” kata H Darmawi Wardhana Zalik Aris, Bakernas ICI ini, Selasa (9/8/2023) dikutip dari riaupagi.com.

Tulis Komentar