KAJATI RIAU : kelapa sawit berperan penting mendongkrak perekonomian di Provinsi Riau

Gubri : Pengusaha Kurang Patuh Bangun Kebun Sawit Masyarakat 20 Persen dan Sertifikasi ISPO

Di Baca : 6657 Kali

 

Kepada Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr Supardi mengingatkan bahwa laksanakan Penegakan Hukum secara tegas dan humanis yang dilakukan secara terukur dan proporsional.

Diakhir sambutannya, Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr Supardi mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Riau Drs H Syamsuar, MSi dan perangkat teknisnya Wali Kota/Bupati Se-Provinsi Riau dan perangkat teknisnya serta para Kepala Kejaksaan Negeri Se- Wilayah Riau bersama jajarannya serta seluruh stakeholders yang berperan sehingga terselenggaranya kegiatan penandatangan perjanjian kerjasama antara Wali Kota/ Bupati Se-Provinsi Riau dengan Kepala Kejaksaan Negeri Se- Wilayah Riau. Semoga apa yang dilakukan saat ini menjadi kontribusi bagi perbaikan tingkat kesejahteraan petani dan peningkatan perekonomian Negara dari sektor perkebunan.

Dalam penyampaiannya, Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi sebagai Keynote Speaker dalam Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Jaga Zona Pertanian, Perekonomian dan Industri (JAGA ZAPIN) menyampaikan bahwa Provinsi Riau menurut data statistik 2020, memiliki luas wilayah 8,9 juta hektare dengan jumlah penduduk 6,83 juta jiwa terdiri dari 10 Kabupaten dan 2 Kota. Memiliki sumber daya alam yang berlimpah berupa tambang minyak bumi, perkebunan, kehutanan, komoditi pertanian, serta perikanan dan kelautan. Potensi yang sedemikian merupakan modal bagi daerah untuk mewujudkan Riau yang lebih makmur dan sejahtera.

Salah satu sumber daya alam unggulan Provinsi Riau adalah sektor perkebunan. Sektor Perkebunan di Provinsi Riau memiliki 5 komoditi utamanya yaitu kelapa sawit, kelapa, karet, sagu dan pinang. Khusus komoditi kelapa sawit, berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan kelapa sawit seluas 3,38 juta hektare yang tersebar di 11 kab/kota se Provinsi Riau. Perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau ini merupakan lahan perkebunan kelapa sawit terluas (20,11 persen) di Indonesia (16,8 juta hektare). Produksi CPO Riau 2022 menurut Pusdatin Kementan RI mencapai  8,23 juta ton dari 45,18 juta ton nasional, dengan total share Riau ke nasional sebesar 18,21 persen  Produksi tersebut berasal dari perusahaan perkebunan besar dan kebun rakyat yang beroperasi di Provinsi Riau. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam satu dekade  terakhir, sektor perkebunan ini telah menjadi penggerak utama perekonomian di Provinsi Riau. Bahkan disaat Negara RI dilanda Covid-19, hanya sektor perkebunan lah yang tetap tumbuh positif dalam berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia, sementara sektor-sektor lain mengalami stagnasi bahkan tumbuh negatif. Dapat dipahami bersama, bahwa besarnya pengaruh perkebunan kelapa sawit ini disebabkan sebaran lahan perkebunan yang merata di setiap kab/kota dengan melibatkan 823.026 KK petani, (jika asumsi 1 KK terdiri dari 4 orang) maka sekitar 3,37 juta orang menggantungkan hidupnya dari perkebunan, atau sekitar 49,6 persen dari jumlah penduduk di Provinsi Riau.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar