Gara-gara pengusaha pabrik sawit masukkan Ekskavator ke Sungai buat kolam

Warga Pasaman Barat Sumbar Ribut dengan Aparat Polsek Kinali

Di Baca : 2280 Kali
Warga Desa Bateh uba Jorong Langgam Nagari Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ribut dengan aparat Polsek Kinali Pasaman Barat, Sumbar menyusul adanya alat berat perusahaan sawit mengeruk DAS sungai di kampung itu sementara aparat mengawal kelancaran alat berat bekerja di lapangan baru-baru ini. (ist)

Pasaman, Detak Indonesia--Warga Desa Bateh uba Jorong Langgam Nagari Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ribut dengan aparat Polsek Kinali Pasaman Barat, Sumbar menyusul adanya alat berat perusahaan sawit mengeruk DAS sungai di kampung itu sementara aparat mengawal kelancaran alat berat bekerja di lapangan. 

DAS sungai dikeruk untuk membuat kolam genangan air sungai yang mana air sungai ini akan digunakan untuk air rebusan TBS sawit PT SBS disalurkan melalui pipa ke pabrik.

Warga mengatakan kepada wartawan bahwa lahan dekat sungai itu milik warga tempatan. Tapi PT SBS dibantu pengawalan aparat polisi mengerahkan alat berat membuat kolam genangan air sungai untuk air rebusan TBS PT SBS tersebut.

Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sari Buah Sawit (PT SBS) di Desa Bateh uba Jorong Langgam Nagari Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kata warga telah membuang limbah ke aliran anak sungai, menuju sungai besar, dan mencemari kebun sawit warga di hilirnya. Di bagian hulu mengambil air sungai memasang pipa hisap untuk menyedot air sungai untuk air rebusan TBS PT SBS tersebut. Tapi salahnya perusahaan penggalian dilakukan di lahan masyarakat makanya warga protes dan ribut dengan polisi. Warga katakan aparat ada yang bawa senjata paras panjang.

Terkait laporan warga Pasaman Barat inisial E kepada wartawan bahwa PKS PT SBS (Sari Buah Sawit) hampir tiap hari buang limbah ke aliran anak sungai menuju Sungai Batang Naga dan Sungai Batang Kinali terkadang di tengah malam kalau hari hujan lebat PT SBS buang limbah melalui pipa ke anak sungai dan mengakibatkan habitat yang ada di anak sungai terganggu malah ada ikan yang mati.

“Ini berbentuk limbah minyak yang diduga berasal dari pembuangan sisa hasil pengolahan minyak kelapa sawit dengan identifikasi air keruh berlumpur berwarna hitam. Kental berupa lendir dan berbau juga berbusa yang menutupi seluruh bagian permukaan sepanjang aliran anak-anak sungai menuju sungai Batang Naga dan sungai Batang Kinali,” keluh warga.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar