Warga Minta Kejati Riau Periksa PPK dan Kepala Balai Jalan Kementerian PUPR Riau
Namun kata warga, yang diusulkan di Kecamatan Payungsekaki pada 2023 lalu oleh Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun adalah pengaspalan Jalan Payungsekaki dan Jalan Ash Shofa, namun bukan Jalan Payungsekaki yang diaspal hotmix, melainkan jalan lain. Ini sangat mengecewakan warga. Makanya warga mengadukan sengkarut ini ke Kejati Riau minta diusut tuntas. Dana yang diusulkan untuk hotmix tersebut sekitar Rp18 miliar lebih tapi yang disetujui Rp14,4 miliar lebih.
Kepala Balai Jalan Kementerian PU Nasional Provinsi Riau Yohanes Tulak T yang dikonfirmasi wartawan di kantornya di Pekanbaru Kamis (23/1/2025) tidak bersedia memberikan penjelasan saat dikonfirmasi wartawan.
Pesan whatsApp yang dikirim ke ponselnya 081344590xxx tak dijawab. Namun beberapa saat kemudian muncul bawahannya Bagian Program Balai Jalan Kementerian PU Nasional Provinsi Riau Darmawi memberikan klarifikasi dan keterangan.
Menurut Darmawi pemindahan pengaspalan jalan yang seharusnya diaspal Jalan Payungsekaki namun tidak jadi diaspal pada 2024 kemarin, justeru pengaspalan dialihkan ke jalan lain yang bukan diusulkan Pj Wali Kota Pekanbaru 2023 lalu Muflihun SSTP MAP hal itu kata Darmawi sudah dikoordinasikan dengan PU Perkim Kota Pekanbaru.
"Kami sudah koordinasi dengan PU Perkim Kota Pekanbaru. Mereka setuju pengaspalan dialihkan ke jalan lain. Karena sebagian Jalan Payungsekaki telah disemenisasi sebagian dan rencananya 2025 ini PU Perkim Kota Pekanbaru akan melanjutkan semenisasi semuanya sekitar 500 meter lagi Jalan Payungsekaki dekat jembatan masjid ke arah Jalan Dharmabakti," kata Darmawi.

Peta Jalan Payungsekaki yang tak jadi di aspal hotmix 500 meter dari titik merah menuju garis merah ke atas tembus ke Jalan Dharmabakti. Pengaspalan dialihkan ke jalan lain.
Tulis Komentar