Heboh Soal Perseteruan Gubernur Riau Abdul Wahid dengan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho
"Sejujurnya, saudara Abdul Wahid ini bukan tipikal seorang pemimpin. Hanya karena beruntung dengan situasi Pilkada kemarin, beliau ketimpa durian runtuh. Mentalnya tak ada, apalagi wawasan ilmu pengetahuan. Coba kita perhatikan selama ini, kerjanya hanya meninjau, mengecek, jalan sana, jalan sini, habiskan dana operasional, tapi nyatanya apa? tidak ada satupun yang dieksekusi, semua hanya Omon-omon doang," ujar Larshen Yunus, dengan nada penuh penyesalan.
Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu tegaskan sekali lagi, agar perseteruan dan ketidakharmonisan yang terjadi antara Gubernur Riau dan Wali Kota Pekanbaru segera diakhiri.
"Kalian itu dipilih untuk menjalankan amanah, melakukan pembangunan dan perbaikan. Anggaran kalian besar, jangan lagi disuguhkan dengan hal-hal yang tidak patut. Terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid, segeralah bertobat, anda jangan sok, jangan macam betul, belum apa-apa rumahmu yang kau rehab, kau bangun seperti istana, ayolah!!! Revolusi mental kawanku," pungkas Ketua KNPI Riau Larshen Yunus.
Menurut Pimpinan INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua itu menyarankan, agar secepatnya Gubri Abdul Wahid Bertobat. Jangan lagi pakai ilmu sandiwara, jangan sesuka hatinya menggunakan APBD itu, semua harus berlangsung secara transparan dan PRESISI.
"Ayo bapak ibu warga Provinsi Riau, khususnya yang berdomisili di Kota Pekanbaru. Mari sama-sama kita tegur sikap angkuh dan arogan seorang Gubernur Riau Abdul Wahid. Hasil kerja tidak ada, apalagi karya? jabatan itu hanya digunakan sebagai bahan wara dan wiri. Kedaulatan Rakyat seakan tidak ada nilainya. Justeru disinyalir Gubri Abdul Wahid sudah melakukan praktek haram KKN, dengan menempatkan orang-orang dekatnya, seperti keluarga dan kerabat dalam mengisi jabatan di BUMD, Wallahuallam Bissawab," akhir Ketua KNPI Riau, Larshen Yunus, bersama-sama para Relawan Garis Keras Prabowo Gibran. (*/di)
Tulis Komentar