Gawat, Judi Meja Ikan-ikan (Gelper) di Bagansiapi-api Marak !
Katanya, ironis keberadaan Gelper tersebut terkesan ada pembiaran dari pihak Polres Rohil hingga Polsek Bangko hal kondisi lapangan
itu tentunya sangat bertolak belakang dari Komitmen Polri dalam memberantas judi. Pertanyaannya, apakah pihak Polsek seakan-akan tidak tau judi Gelper di wilayah hukum nya Polsek Bangko.
Informasi yang didapat, salah satu warga menerangkan bahwa, "pemilik Gelper tersebut yaitu bernama Along diduga ini adanya melibatkan beberapa oknum wartawan bernama Bur untuk konfirmasi di lapangan tersebut seolah-olah sudah berani untuk bekap perjudian, menjaga bisnis terlarang, dan mereka ini pastinya punya backing yang kuat. Hal itu bisa dibuktikan dengan kondisi seperti sekarang,” katanya.
Menurut petugas lapangan Gelper Ikan-ikan milik Along bernama Akir saat dikonfirmasi tim investigasi kepadanya Kamis (27/11/2025) menyuruh tim investigasi menghubungi Bur yang seorang wartawan di Bagansiapi-api.
Bur yang dikonfirmasi tim investigasi mengatakan maaf pak kenapa saya dilibatkan dipersoalan bapak. Kita sama-sama wartawan nanti saya buat berita tentang bapak bagaimana. Terus informasi yang bapak dapatkan di lapanganpun tak valid. Saran saya maunya bapak cari dulu informasi yang valid bila perlu konfirmasi dengan APH. Bukan ke saya bapakkan wartawan saya rasa tak perlulah kita perdebatan kan hal semacam ini. Mana wewenang saya terkait hal semacam ini. Waduh kayaknya bapak salah alamat ini. Kalau bapak mau informasi saya bantu untuk mempermudah bapak dapatkan data. Harusnya bapak begitu. Demikian kata Bur kepada tim investigasi wartawan Sanjaya. Setelah itu ponsel Bur memblockir WhatsApp tim investigasi Sanjaya. Seakan-akan tidak mau merespon lagi.
Lalu, dipihak lain, mewakili dari masyarakat yang ada di wilayah Rohil berharap Kapolda Riau dan Kapolres Rohil itu untuk membuktikan pada masyarakat, bahwa perang terhadap judi di Riau, benar-benar Gelper ini, seolah-olah kebal hukum dan terkesan tidak menghormati masyarakat sekitar dan jikalau hal ini dibiarkan akan berdampak pada rusaknya moral generasi masyarakat khususnya itu pada anak-anak ke depannya, demikian ungkap salah seorang warga tak sedia dipublikasikan namanya.
Tulis Komentar