Potret Keberagaman di Industri Perkebunan PTPN, Kala Harmoni Etnis Warnai Tahun Baru Imlek
“Saya Muslim dan saya Tionghoa. Itu bukan hal yang aneh. Saya menjalankan puasa, beribadah, dan tetap diterima sebagai bagian dari tim. Tidak ada jarak,” ujarnya.
Ia bahkan menilai bahwa pertanyaan tentang toleransi sering kali lahir dari asumsi luar, bukan dari pengalaman nyata di lapangan. Dalam keseharian, yang lebih terasa justru kebersamaan sebagai sesama pekerja yang menghadapi tantangan yang sama.
Ia melihat keberagaman sebagai sesuatu yang lumrah dalam dunia kerja. latar belakang yang berbeda tidak pernah menjadi penghalang dalam menjalankan tugas.
“Pada akhirnya, semua kembali kepada tanggung jawab. Pekerjaan harus selesai, administrasi harus rapi. Perbedaan tidak mengurangi solidaritas,” ujarnya.
Tony memegang filosofi kerja yang sederhana namun tegas: setiap pekerjaan memiliki konsekuensi. Oleh karena itu, ketelitian, kejujuran, dan profesionalisme menjadi nilai utama yang ia pegang, terlepas dari latar belakang siapa pun yang terlibat.
Dalam konteks Imlek, suasana di Kebun mungkin tidak semeriah pusat Kota. Tidak ada dekorasi mencolok atau perayaan resmi. Namun kehangatan tetap hadir melalui hal-hal sederhana seperti ia membagikan kue keranjang di kantor kepada kolega.
Tulis Komentar