Akiong menemukan ruang penerimaan yang membuatnya nyaman

Potret Keberagaman di Industri Perkebunan PTPN, Kala Harmoni Etnis Warnai Tahun Baru Imlek

Di Baca : 1719 Kali
Akiong, seorang petugas panen di Afdeling III Kebun Lubuk Dalam, PTPN IV Regional III, Riau. Ia merupakan karyawan keturunan Tionghoa yang bekerja di lingkungan kebun dengan latar belakang mayoritas berbeda. Namun alih-alih merasa terasing, Akiong justru menemukan ruang penerimaan yang membuatnya nyaman. (Dok. Humas PTPN IV Regional III)
 

Bagi para pekerja, kebun bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga ruang hidup. Banyak di antara mereka yang menghabiskan sebagian besar waktunya di sana, membangun relasi yang perlahan berkembang menjadi rasa kekeluargaan. Dalam ruang seperti itulah keberagaman menemukan bentuknya yang paling jujur.

Harapan pun mengalir seiring pergantian tahun. Harapan untuk kesehatan, kestabilan hidup, pekerjaan yang terus ada, dan masa depan yang lebih baik bagi keluarga. Ada pula harapan agar perusahaan tempat mereka bekerja dapat terus bertahan dan berkembang, sehingga roda kehidupan yang bergantung padanya tetap berputar.

Potret keberagaman di lingkungan perkebunan ini menunjukkan bahwa harmoni tidak selalu lahir dari program besar atau slogan institusional. Ia tumbuh dari interaksi manusia yang saling memahami, dari empati yang hadir dalam keseharian, dan dari kesadaran bahwa perbedaan bukan ancaman, melainkan kenyataan hidup yang perlu dirawat bersama.

Di tengah bentang alam, kebun yang sunyi dan pekerjaan yang menuntut ketangguhan fisik, harmoni etnis justru menemukan ruangnya. Tahun Baru Imlek pun menjadi lebih dari sekadar penanda kalender, ia menjadi pengingat bahwa dalam kerja keras dan kesederhanaan, nilai kebhinnekaan dapat tumbuh dengan alami dan bermakna. (tim)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar