Masa Depan Pendidikan Indonesia di Tengah Ancaman Krisis Energi Global
Pekanbaru, Detak Indonesia--Memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026, BEM KM FMIPAKES UMRI bersama DPM FMIPAKES UMRI, BEM FKIP UMRI, PK IMM Ibnu Sina, dan PK IMM KH Hisyam sukses menyelenggarakan Diskusi Publik dengan tema “Masa Depan Pendidikan Indonesia di Tengah Ancaman Krisis Energi Global".
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang pendidikan, yaitu Prof Dr Jufrizal Syahri MSi selaku Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Riau dan Drs Mohammad Yuzar MPd, serta dimoderatori oleh Nanang Riyaldi selaku Gubernur BEM KM FMIPAKES UMRI.
Dalam pemaparannya, Prof Dr Jufrizal Syahri MSi menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak boleh berjalan terpisah dari perkembangan isu-isu global, termasuk persoalan energi. Menurutnya, tantangan krisis energi harus menjadi momentum bagi perguruan tinggi untuk melahirkan inovasi dan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
"Dengan situasi saat ini pendidikan akan terancam di tengah krisis energi global. Krisis energi bukan hanya isu sektor industri, tetapi juga isu pendidikan karena kualitas sumber daya manusia akan menentukan kemampuan bangsa dalam menghadapi tantangan tersebut. Kampus harus menjadi pusat lahirnya inovasi, riset, dan pemikiran strategis untuk masa depan Indonesia," jelasnya.
Namun di sisi lain, Drs Mohammad Yuzar MPd menyampaikan bahwa hingga saat ini krisis energi global belum memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor pendidikan Indonesia dalam skala nasional. Menurutnya, pemerintah terus menunjukkan komitmen dalam memajukan dunia pendidikan melalui berbagai program strategis, seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, serta pengembangan sekolah terintegrasi yang bertujuan memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai daerah.

Pemberian cendramata oleh Dekan Fakultas MIPA dan Kesehatan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Riau. (tsi)
Tulis Komentar