ICI: Upaya Pemberantasan Korupsi Semakin Mengendur

Mantan Dirut PT BSP Ungkap Dugaan Korupsi dan Pencucian Uang

Di Baca : 4993 Kali
Sumur minyak di Dayun Siak, Riau, ditemukan tahun 2018/2019.

"Adanya kasus korupsi di atas, membuat Arwin (Bupati Siak) dan Azaly pecah kongsi. Justru almarhum Prof Tabrani (Ongah kita) dan saya beri dukungan kepada Arwin," kata Nasawir. 

"Kami berdua melakukan road show menemui para bupati daerah daerah yang diliputi Blok CPP dan mengundang mereka bertemu di Dumai dan membuat kesepakatan penyertaan daerah daerah itu ke PT BSP," kata Nawasir lagi.

"Tetapi Arwin alih-alih memperjuangkan saya,...hehe yang diangkatnya menjadi Dirut adalah Dr Jusmady Jusuf Pegawai Negeri Golongan III di Badan Geologi Bandung yang diikutsertakan sebagai Staf Ahli Tim Negosiasi Blok CPP Riau dengan peran nyaris nol dalam alih kelola blok CPP dan sama sekali tidak punya pengalaman dalam industri perminyakan," buka Nawasir. 

"Semua dugaan penyimpangan ini sudah saya ungkap di 2007 dalam wawancara di Radio Mandiri FM. Akibatnya saya diberhentikan dari BOBCPP oleh Jusmadi, Arwin dan Azaly Djohan," kenang Nawasir. 

"Mungkin Jusmadi memang ingin saya diberhentikan karena kalau saya kembali ke PT BSP, kedudukan Jusmadi terancam tergeser oleh saya ?. Padahal sejak jadi Direktur PT BSP itulah dia baru bisa dan hobi golf. Kan hobi itu akan terhenti kalau dia dipulangkan ke Bandung sebagai Pegawai Negeri dan tak dapat pula uang pensiun PT BSP ?" kata Nawasir sambil tertawa.

"Almarhum Prof Tabrani (Ongah kita) orang pertama yang kecewa dan marah dengan pemberhentian saya dari BOBCPP tersebut. Ongah langsung membuat laporan dugaan pidana korupsi PT BSP ke Polda Riau," jelas Nawasir.

Tetapi Jusmadi membuat laporan balik dengan mengatakan Ongah Tabrani memakai kop surat PT BSP tanpa izin. Padahal 2003 Ongah dalam pertemuan para Bupati wilayah Blok CPP di Dumai jelas diusulkan menjadi Komisaris PT BSP.

Kisah lain pemberhentian dzalim/semena-mena dan norak juga dialami seorang manajer BOBCPP oleh Jusmadi, ketahuan memakai dasi dalam acara resmi. Sementara Jusmadi yang juga hadir tidak berdasi dan dia marah-marah.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar