Skandal Kelebihan Bayar Proyek di Pemkab Rohil Riau Dibongkar BPK RI
Kadis PUPR Rohil Asnar MSi kembali menekankan kalau pekerjaan jembatan itu dilakukan atas permintaan masyarakat ke Dinas PUTR melalui pihak terkait, dan sesuai dengan visi misi Bupati Rohil yang ingin membangkitkan daerah terisolir.
"Dengan itu, maka dilakukan pekerjaan Jembatan Air Hitam ini, dan Alhamdulillah telah selesai dan sudahpun diresmikan, yang tentunya harapan kita bisa meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat," kata Asnar.
Tetapi pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia berhasil membongkar menemukan sejumlah indikasi penyimpangan pada proyek peningkatan jalan yang dimotori Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Permasalahan yang dimaksud yakni, adanya kekurangan volume dan rekapitulasi ketidaksesuaian spesifikasi beton pada sejumlah proyek peningkatan jalan di Rohil.
Adapun proyek-proyek itu, pertama peningkatan Jalan Poros Pekaitan. Pekerjaan ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler 2019, dengan nilai Rp15 miliar lebih.
Adapun perusahaan yang mengerjakan proyek ini, PT Arung Samudera Jaya. Berdasarkan pemeriksaan BPK, ditemukan kekurangan volume sebanyak Rp61.894.672,53.
Tulis Komentar