PKS PT SIM2 Agar Dipindah ke Tempat Lain

RTRW Kuansing Riau Amburadul, Pabrik Kelapa Sawit Dibangun Dekat Pemukiman Penduduk

Di Baca : 2626 Kali
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK) Kuantan Singingi Riau amburadul, nampak pabrik kelapa sawit latar belakang warna jingga dibangun dekat pemukiman penduduk berjarak sekitar 200-300 meter di jalan lintas Pekanbaru-Talukkuantan Km 137,5. Pada 2 Juni 2025 lalu pabrik kelapa sawit ini limbahnya bobol mencemari sungai dan enam desa terdampak. Bupati Kuansing Suhardiman Amby diminta agar memindahkan pabrik tersebut jauh dari pemukiman penduduk. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
 

Menurutnya, industri kelapa sawit menghasilkan limbah padat dalam jumlah besar dari tandan buah kosong (EFB), inti dan serat, serta limbah cair, yang biasanya disebut POME (Palm Oil Mill Effluent)–limbah cair dengan kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) yang tinggi.

Di sisi lain menurut Rahman, minyak kelapa sawit sangat menguntungkan, tetapi dampaknya terhadap lingkungan sangat signifikan. Minyak kelapa sawit berkontribusi terhadap penggundulan hutan, mengancam spesies yang terancam punah, dan diperkirakan menghasilkan emisi 500 juta ton CO2 per tahun.

Apa dampak negatif pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Berdasarkan hasil Observasi yang dilaksanakan pada 22 Juli sampai 23 Juli 2024 menunjukkan bahwa pembukaan lahan untuk perkebunan sawit sering menyebabkan  deforestasi, degradasi lahan, dan polusi air serta tanah, yang mengancam keanekaragaman hayati dan kualitas lingkungan.

Pembangunan pabrik diharuskan di daerah hilir dan jauh dari permukiman. Kawasan industri yang ideal harus jauh dari permukiman penduduk supaya jauh dari pencemaran lingkungan yang dihasilkan dari aktifitas kegiatan industri.

Dampak positif sawit, yaitu sebagai mata pencaharian baru bagi masyarakat dan mengurangi pengangguran, meningkatnya jumlah penerimaan masyarakat, adanya perubahan yang lebih baik tentang sarana dan prasarana desa.

Industri kelapa sawit merusak lahan. Perkebunan sawit yang luas merusak lingkungan karena menimbulkan banjir secara konstan akibat dari pembukaan lahan perkebunan dengan skala besar sehingga hutan dan tutupan lahan menjadi rusak. Solusi mengatasi dampak dari perkebunan kelapa sawit yaitu dengan penggunaan teknologi pertanian berkelanjutan dapat membantu mengurangi dampak negatif perkebunan sawit. Teknik-teknik seperti penggunaan pupuk organik, pengendalian hama yang lebih efektif, dan irigasi yang efisien dapat meningkatkan produktivitas tanaman sawit tanpa merusak lingkungan. Yang menjadi permasalahan yang ditimbulkan oleh perkebunan sawit terhadap lingkungan adalah hilangnya habitat dan deforestasi. Deforestasi merupakan salah satu dampak utama dari pertumbuhan perkebunan sawit. Perkebunan sering kali merambah hutan hujan tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar