menyangkut hajat orang banyak

Larshen Yunus: Hentikan Proyek Panbil Group karena Berpengaruh pada Daerah Tangkapan Air

Di Baca : 6227 Kali
Panbil Group Buka Proyek Strategis Nasional di Batam, Relawan Prabowo Gibran: Sudah Merusak Lingkungan Hutan Konservasi. Lokasi proyek belakang Kawasan Panbil, Kota Batam, Kepulauan Riau. (tsi)
 

Dia menjabarkan, dari data yang didapatnya dari Biro Air BP Batam, kebutuhan air di Batam adalah sebanyak 3.600 liter per detik, Sementara saat ini, katanya, kemampuan suplai air di Batam berada di angka 3.400 liter per detik.

“Artinya standar kehidupan di Batam untuk mendapatkan air masih minus 400 liter per detik, makanya sampai saat ini masih diberlakukan rationing air. Nah kalau ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin Batam akan mengalami krisis air,” kata dia.

Larshen menuturkan, hak dasar manusia atas air adalah sebesar 60 liter per orang setiap harinya. 70 persen untuk kebutuhan rumah tangga dan 30 persen untuk bidang usaha dan lain-lain.

Hal ini kemudian yang kemudian menurutnya perlu menjadi atensi. Dengan adanya proyek yang dilakukan PT Papan Jaya ini, kata dia, dapat berakibat pada tidak terpenuhinya hak dasar air masyarakat Batam.

Direktur lahan BP Batam, Ilham Eka Hartawan, saat dihubungi melalui sambungan telepon belum memberikan jawaban hingga berita ini ditulis.

Larshen Yunus juga melihat PT Papan Jaya (Panbil Group) membuka lahan di belakang Kawasan Panbil Industri, Muka Kuning, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Lokasinya berdekatan dengan hutan konservasi dan daerah tangkapan air Waduk Duriangkang, Sei Beduk. Akibatnya, sebagian hutan konservasi menjadi gundul karena proyek tersebut.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar