Layangkan Surat dan Bukti-bukti Awal seperti Dokumen dan Foto

Warga Bisa Adukan Berbagai Proyek Bermasalah ke Kejagung dan KPK

Di Baca : 3297 Kali
Proyek Pemerintah Pusat di daerah Pulau Rupat Bengkalis Riau, dan proyek lainnya di Riau, Sumbar, Jambi dipantau tim investigasi DPP TOPAN RI wilayah Sumbagut dan tim investigasi media, warga Rupat berharap jalan rigid tersambung ke seluruh wilayah kampung mutu jalan harus baik. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
 

Proyek peningkatan infrastruktur jalan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, proyek Preservasi Jalan Tanjung Kapal – Jalan Pemuda di Desa Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau menuai keluhan warga serta mendapat perhatian serius dari tim investigasi gabungan wartawan dan lembaga pemantau.

Tim investigasi menemukan langsung keberadaan proyek tersebut pada Jumat (30/1/2026) di titik koordinat 1.72454 Lintang Utara dan 101.466028 Bujur Timur. Di lokasi terpasang papan proyek bertuliskan kegiatan dari "Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dengan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi Riau yang berkantor di Jalan Pepaya, Kota Pekanbaru".

Dalam papan proyek tersebut tercantum informasi teknis sebagai berikut:

Kegiatan: Peningkatan Jalan Kabupaten/Kota
Pekerjaan: Preservasi Jalan Tanjung Kapal – Jalan Pemuda
Nomor Kontrak: EP-01KCTFHJ3FRB7WXXSM1QSXYBD3
Nilai Kontrak: Rp13.350.820.000
Sumber Dana: APBN Tahun Anggaran 2025–2026
Waktu Pelaksanaan: 120 Hari Kalender
Waktu Pemeliharaan: 365 Hari Kalender
Kontraktor Pelaksana: CV Tagar Harapan
Konsultan Pengawas: PT Ciriatama Nusawidya Consult

Namun di balik nilai proyek yang mencapai Rp13,3 miliar, sejumlah warga setempat mengeluhkan kondisi pekerjaan yang dinilai kurang transparan. Beberapa warga mempertanyakan kualitas pekerjaan hingga metode teknis yang digunakan dalam pembangunan jalan beton tersebut.

Menanggapi temuan tersebut, Rahman, perwakilan DPP TOPAN RI Wilayah Sumbagut, menyampaikan koreksi terhadap pengelolaan proyek serta sikap pejabat yang dinilai tidak responsif terhadap konfirmasi publik.

Preservasi jalan atau perbaiki jalan rusak yang tak diperbaiki. (azf)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar