Layangkan Surat dan Bukti-bukti Awal seperti Dokumen dan Foto

Warga Bisa Adukan Berbagai Proyek Bermasalah ke Kejagung dan KPK

Di Baca : 3306 Kali
Proyek Pemerintah Pusat di daerah Pulau Rupat Bengkalis Riau, dan proyek lainnya di Riau, Sumbar, Jambi dipantau tim investigasi DPP TOPAN RI wilayah Sumbagut dan tim investigasi media, warga Rupat berharap jalan rigid tersambung ke seluruh wilayah kampung mutu jalan harus baik. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
 

Namun hingga berita ini diturunkan, konfirmasi kepada Kepala Satker tersebut tidak mendapatkan tanggapan. Upaya menghubungi melalui telepon seluler disebut tidak diangkat, sehingga memunculkan kesan tertutup terhadap pertanyaan publik.

Rahman menilai sikap tersebut tidak mencerminkan prinsip transparansi pejabat publik.

“Pejabat publik seharusnya terbuka terhadap pertanyaan wartawan dan pemantau masyarakat. Jika setiap konfirmasi dihindari, publik tentu bertanya-tanya ada apa sebenarnya dengan proyek ini,” tegas Rahman.

Dan sejumlah proyek sebelumnya juga banyak temuan tim di lapangan seperti irigasi mangkrak di Rumbai Pekanbaru, irigasi seharga Rp14 miliar tak selesai di Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuansing Riau sampai-sampai anggota DPRD Kuansing prihatin, preservasi jalan batas Riau-Sumbar di Lubukjambi Kabupaten Kuantan Singingi Riau dengan Sijunjung Sumbar, preservasi jalan batas Riau-Jambi di perbatasan Kecamatan Kemuning Inhil dengan Jambi yang tak sempurna perbaikannya masih ada ditemukan kerusakan jalan berlubang-lubang, preservasi jalan Kota Tembilahan Inhil sampai ke Simpang Granit jalan lintas timur Sumatera di Riau, dan banyak proyek bermasalah lagi, namun hampir tiap tahun mengucur dana pemeliharaan jalan, ini aneh sekali menurut temuan DPP TOPAN RI Sumbagut.

Tidak berhenti di situ, tim juga mencoba menghubungi Yohanes Tulak Todingrara selaku Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Riau melalui pesan WhatsApp pada 14 Maret 2026 di nomor 0813-4459-0234. Pesan tercatat telah terbaca (ceklis dua), namun tidak mendapatkan respons. Panggilan telepon juga tidak dijawab, bahkan ketika tim mendatangi kantor BPJN, tidak ada jawaban resmi yang diberikan.

Potensi Dugaan Pelanggaran Teknis Konstruksi Jalan Beton
Berdasarkan analisis awal tim pemantau lapangan, terdapat beberapa indikasi yang patut diawasi secara teknis dalam proyek betonisasi jalan tersebut, antara lain:

1, Mutu Beton Tidak Transparan:

Dalam pekerjaan rigid pavement, standar mutu beton biasanya berkisar K-350 hingga K-400 untuk jalan nasional. Jika mutu beton di bawah standar, maka potensi kerusakan dini seperti retak rambut, patah slab, dan penurunan struktur dapat terjadi.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar