PEKERJAAN PEREMAJAAN SAWIT RAKYAT BELUM SELESAI, PETANI DIPERIKSA, PETANI MUNDUR

AMPeR Minta Kajati Riau Copot Kajari Kuansing

Di Baca : 589 Kali
Massa AMPeR menggelar aksi unjukrasa di Kejaksaan Tinggi Riau Jalan Sudirman Pekanbaru Kamis (22/4/2021) meminta Kajati Riau mencopot Kajari Kuansing.

Pekanbaru, Detak Indonesia--Massa Aliansi Mahasiswa Peduli Petani Riau (Amper) menggelar aksi demo ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Jalan Sudirman Pekanbaru meminta Kajati Riau agar mencopot Kajari Kabupaten Kuansing Hadiman.

Hal ini menurut Korlap Amper Nur Latif dan Kordum Tengku Gusri disebabkan Kajari Kuansing Hadiman memanggil dan memeriksa petani peserta Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kuansing untuk dugaan korupsi dana BPDPKS. Padahal petani bersama KUD dan rekanan mitra kontraktor sedang bekerja di lapangan, sudah dicurigai korupsi yang tak berdasar hukum. Dan lagi pula belum ada temuan hasil audit BPK.

"Ini Kajari Kuansing mengabaikan Diskresi Presiden Jokowi yang meminta pihak Kejaksaan dan Polri jangan sembarang panggil dan periksa dugaan korupsi sebelum ada temuan hasil audit BPK. Sekarang petani sedang bekerja di lapangan, kerja belum selesai, tapi petani dipanggil. Hal ini ada pesanan dari pihak tertentu yang bernafsu mau masuk mengambilalih pekerjaan di lapangan dan untuk menggagalkan Program Strategis Nasional (PSN) yang diandalkan Pemerintahan Presiden Jokowi," kata Nur Latif.



[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar